Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Gubernur Khofifah Tinjau Lokasi Banjir di Lamongan, Pastikan Bantuan Tersalurkan

Avatar photobadge-check


					Gubernur Khofifah Tinjau Lokasi Banjir di Lamongan, Pastikan Bantuan Tersalurkan Perbesar

Gubernur Khofifah Tinjau Lokasi Banjir di Lamongan, Pastikan Bantuan Tersalurkan

LAMONGAN, transnews.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/1/2026).

Didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur Dra. Restu Novi Widiani, M.M., Gubernur memastikan distribusi bantuan serta penanganan banjir berjalan cepat dan terkoordinasi. Ia juga ingin memastikan warga terdampak memperoleh bantuan dan pendampingan yang memadai.

“Saya datang langsung ke Desa Laladan untuk memastikan kondisi masyarakat yang terdampak bisa tertangani sebaik mungkin,” ujar Khofifah.

Dalam siaran pers Dinsos Jatim disebutkan, selain bantuan sembako dan perlengkapan kebencanaan, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan nonpangan berupa selimut, sandang, perlengkapan makan, serta sepatu boots untuk mendukung operasional petugas dan aktivitas warga di lapangan.

Gubernur Khofifah juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca di Jawa Timur masih berpotensi ekstrem.

Berdasarkan informasi dari BMKG Juanda, intensitas hujan diperkirakan meningkat signifikan pada awal 2026, dengan Januari sebagai periode puncak curah hujan.

“Data BMKG Juanda menunjukkan intensitas hujan pada Desember 2025 sekitar 20 persen, sedangkan Januari 2026 diperkirakan meningkat hingga 58 persen, sebelum kembali menurun pada Februari,” jelasnya.

Seiring dengan prediksi tersebut, Pemprov Jatim telah melakukan langkah mitigasi sejak Desember 2025 melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi.

“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan bagian dari ikhtiar mitigasi untuk mengendalikan curah hujan dan meminimalkan risiko bencana,”

“Ini adalah ikhtiar lahir yang kami iringi dengan doa dan kerja lapangan,” tegas Khofifah.

Di Kecamatan Deket, banjir menggenangi empat desa, yakni Weduni, Tukerto, Sidomulyo, dan Laladan. Sebanyak 538 rumah warga terdampak. Hingga saat ini kondisi dilaporkan stabil, tanpa korban jiwa maupun pengungsian.

Baca Lainnya

Bupati Subandi Sosialisasi Perbup Baru, Anggaran Desa Jangan Disalahgunakan

5 Maret 2026 - 03:57

Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 1 Dikebut, 287 Pekerja Diterjunkan

4 Maret 2026 - 22:42

Rem Blong, Truk Box Tabrak 10 Kendaraan di Exit Tol Bawen

4 Maret 2026 - 14:59

Perumda Kahuripan Pastikan Layanan Air Bersih Selama Cuti Bersama Idul Fitri

4 Maret 2026 - 04:39

News Trending PERISTIWA