Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Irjen Pol Agung Makbul: Jaga Damai Aceh dengan Pemerintahan Tanpa Korupsi

LOGOS TNbadge-check


					Irjen Pol Agung Makbul: Jaga Damai Aceh dengan Pemerintahan Tanpa Korupsi Perbesar

TN.ACEH l —- Staf ahli Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan bidang Ideologi dan Konstitusi, Irjen Pol Dr Agung Makbul SH MH, mengingatkan urgensi semua pihak di Aceh untuk menjaga perdamaian. Perdamaian harus dilakukan dengan penyelenggaraan pemerintahan di Aceh yang bebas korupsi.

“Korupsi adalah musuh besar yang merusak sendi kehidupan kita. Merusak persaudaraan dan kepercayaan antarmasyarakat. Setiap konflik dan perpecahan itu dimulai dari tindakan korupsi,” kata Agung Makbul dalam Silaturahmi Kebangsaan Dalam Rangka Merawat Damai Aceh di Takengon, Aceh Tengah, Sabtu, 21 Mei 2022.

Agung mengatakan setiap sen uang negara dikorupsi berarti memberikan penderitaan terhadap orang lain. Korupsi, entah itu suap, pungli, penyalahgunaan wewenang, dan banyak hal lain, menciptakan ketidakadilan.

Saat ketidakadilan merajalela, kata Agung, maka potensi gangguan bakal muncul dan ini sangat mengancam perdamaian. Tidak hanya di Aceh, namun juga di seluruh daerah di Indonesia. Kerusakannya sama dengan praktik penambangan ilegal, pembalakan liar, pencurian ikan dan peredaran narkoba.

Dalam kesempatan itu, Agung juga mengingatkan pentingnya sikap bela negara dalam diri setiap masyarakat. Bela negara saat ini, kata Agung, bukan lagi mengangkat senjata untuk berperang melawan musuh yang datang.

Saat ini, kata Agung, bangsa Indonesia berhadapan dengan musuh yang tidak tampak. Mereka menyerang lewat siber dengan menyebarkan ujaran kebencian dan kabar bohong. Saat masyarakat memercayai hal tersebut, maka si penyerang merasa puas.

Serangan terbesar yang dialami masyarakat adalah saat pandemi Covid-19. Saat pemerintah mengampanyekan pentingnya vaksinasi, sejumlah orang menyebarkan kabar bohong tentang dampak vaksinasi Covid-19. Masyarakat yang menelan mentah-mentah informasi itu termakan agitasi murahan dan ikut-ikutan menolak vaksinasi.

Padahal, setelah dua tahun dirundung ketakutan dan kesulitan akibat pandemi Covid-19, saat ini masyarakat mulai beraktivitas dengan normal seiring capaian angka vaksinasi Covid-19 nasional. Bahkan beberapa waktu lalu, kata Agung, Presiden Joko Widodo mempersilakan masyarakat untuk tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

“Vaksinasi adalah game changer dalam menangani pandemi Covid-19. Dan kini terbukti, angka kematian menurun,” kata Agung.

Acara ini digelar oleh Laskar Merah Putih. Dalam kesempatan itu hadir Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah, Edi Kurniawan; Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Subandi; Kapolres Aceh Tengah, AKBP Nurochman Nulhakim; Dan Unit Intel 0106/Aceh Tengah, Iskandar; Kajari Aceh Tengah, Yovandi Yazid; Ketua Pengadilan Negeri, Aswin Arief; Ketua Laskar Merah Putih, Tengku Alfata; anggota PETA dan Pengurus Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Tengah.*** (Ru)

Baca Lainnya

Hadiri halal bihalal bersama, Ketua DPRD dan Bupati : ASN harus sosialisasikan program unggulan Jepara

26 Maret 2026 - 18:31

BAIS dan Ujian Akuntabilitas TNI

25 Maret 2026 - 23:11

Halal Bihalal SWI Depok Jadi Momentum Perkuat Kekompakan Jurnalis Tanpa Sekat

25 Maret 2026 - 22:34

Perkuat Sinergi, Bupati Jepara Silaturahmi ke Kediaman Kiai dan Tokoh Agama Pascalebaran

25 Maret 2026 - 21:47

News Trending DAERAH