Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Jalan Rusak Jadi Bahan Ejekan

LOGOS TNbadge-check

Transnews,Bandung-Kerusakan jalan jalan utamanya dipedesaan di sebagian wilayah Jawa Barat jadi bahan ejekan bahkan dipergungjingkan.

Beberapa kerusakan jalan seperti di Wilayah Kabupaten Garut dan di Kabupaten Cianjur bagian selatan sudah menjadi keluhan masyarakat sehari hari bahkan menjadi viral di media sosial.

Sejumlah warga yang berhasil ditemui Kamis (7/3) di kampung Maroko Kabupaten Garut dan di Desa Cimaragang Kabupten Cianjur mengungkapkan, kerusakan jalan diwilayahnya sudah lama dibiarkan bahkan tidak pernah digubris.

Kata warga, dana desa yang seharusnya bisa menutupi perbaikan jalan sepertinya tidak diutamakan. ” Padahal jalan merupakan sarana vital untuk kelancaran ekonomi masyarakat pedesaan,”ungkapnya.

Seperti diketahui sejumlah Kecamatan di kabupaten Garut seperti Kecamatan Peundey, Singajaya, Cibalong dan di Kecamatan Cikelet banyak penduduknya tinggal dibukit pedalaman yang butuh akses jalan yang mulus untuk geliat ekonomi hasil pertanian.

Sementara di Kabupaten Cianjur kerusakan tersebar dihampir 10 kecamatan mulai dari kecamatan Tangeung hingga Leles ,Argabinta hingga kecamtan Cidaun yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut.

Ketua Forum Masyarakat Perduli Desa ,Kosasih, saat ditemui dikantor Sekretariatnya bilangan Caringin Garut Kamis malam mengatakan,pihaknya meminta pemerintah daerah Garut dan Cianjur termasuk Provinsi Jawa Barat segera memprioritaskan kerusakan jalan jalan diperdesaan yang dikeluhkan warga. ” Adanya dana desa yang diserahkan pengelolaannya kepada desa, bukan berarti pemerintah daerah dan Provinsi membiarkannya.Mohon keluhan masyarakat didengar, ” tuturnya.(nas)

Baca Lainnya

Mayat Pria Bertato Segitiga Ditemukan Mengapung di Perairan Kembang, Jepara

10 Maret 2026 - 09:43

Polsek Kalinyamatan Evakuasi Jasad Anak 10 Tahun yang Tenggelam di Sungai Setanjung

10 Maret 2026 - 03:52

Jepara Perkuat Posisi di Pasar Global Lewat JIF-BuyWe 2026

9 Maret 2026 - 02:50

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Jatim Cek 71 Alat Early Warning System di Wilayah Rawan Bencana

9 Maret 2026 - 02:48

News Trending DAERAH