Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

EKBIS

Kadinsos Jatim Penuhi Komitmen, Program Budidaya Cacing Segera Terwujud

LOGOS TNbadge-check


					Kadinsos Jatim Penuhi Komitmen, Program Budidaya Cacing Segera Terwujud Perbesar

Jatim ,Transnews.co.id – Komitmen Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim, Dr Alwi MHum untuk segera memulai program budidaya cacing dan tanaman angkung bukan hanya isapan jempol.

Faktanya usai mengunjungi lokasi budidaya cacing dan tanaman angkung di CV RAJ Organik, Dr Alwi MHum beserta para pejabat Dinsos Jatim langsung meninjau kesiapan lahan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang, Sabtu (6/2/2021).

UPT yang berlokasi di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang ini dipilih menjadi pilot project program. Selain UPT RSBN, terdapat tiga UPT lain yang menjadi percontohan, yakni UPT Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (RSBD) Pasuruan, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya (RSBK) Madiun, dan UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak (PPSAA) Nganjuk.

Dalam kesempatan itu Alwi mengatakan, UPT RSBN dipilih karena lokasinya berdekatan dengan CV RAJ Organik. Selain itu karena UPT ini juga memiliki sarana prasarana yang mendukung dan klien yang bisa diberdayakan.

“Setelah diterapkan di empat UPT, program ini akan kami kembangkan ke UPT lain yang memungkinkan. Tentunya UPT yang memiliki sarana dan prasarana, serta kliennya bisa dioptimalkan untuk memanfaatkan program ini,” ujarnya.

Menurut Alwi, keterbatasan klien menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar para klien dapat diberdayakan dan merasakan manfaat program ini.

“Ini sebenarnya sangat sederhana, yang penting klien punya kemauan. Selama mereka bisa, akan kami berikan karena tujuan kami pemberdayaan,” tegasnya.

Sementara, Kepala UPT RSBN Malang Firdaus Sulistijawan mengungkapkan, lahan yang disiapkan untuk program budidaya ini hampir 1 hektar, namun terpecah-pecah. Oleh karena itu, pihaknya akan berdiskusi terlebih dahulu dengan pihak CV RAJ Organik terkait penempatan lahan dan pengaturan lainnya.

“Klien yang akan diberdayakan merupakan klien yang low vision, tidak blind total. Kira-kira jumlahnya sekitar 25 anak, laki-laki dan perempuan,” terangnya.

Firdaus menjelaskan, untuk sementara pihaknya akan melakukan budidaya angkung. Jika memungkinkan di bawah angkung diberi cacing, maka pihaknya juga akan melakukan budidaya cacing,”katanya.

Pemilik CV RAJ Organik, Abdul Aziz Adam Maulida yang turut meninjau lahan mengatakan, pihaknya akan membuat konsep terlebih dahulu, pasalnya penetapan target tergantung dari luas lahan dan ketersediaan limbah organik.

“Pak Kadinsos menyampaikan, tempat ini akan menjadi percontohan program. Kami akan support karena kebetulan lokasinya sangat dekat dengan tempat kami,” pungkasnya.(Hadi) Editor:Nas

Baca Lainnya

Festival Musik Patrol Sidoarjo 2026 Meriah, Grup Coba Lagi Sedati Raih Piala Bergilir Bupati

16 Maret 2026 - 04:20

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Pastikan Pengamanan Mudik Lebaran 2026 di Terminal Purabaya Berjalan Optimal 

16 Maret 2026 - 04:17

Khatmil Qur’an Pemprov Jatim, Khofifah Ajak Perkuat Ibadah dan Pengabdian untuk Masyarakat

14 Maret 2026 - 22:30

Wujudkan Kepedulian di Bulan Ramadhan, GWS Jepara Gelar Aksi Berbagi Takjil

14 Maret 2026 - 01:05

News Trending DAERAH