Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Kapolres Jember Kawal Aksi Aliansi BEM Se-Jember

LOGOS TNbadge-check


					Kapolres Jember Kawal Aksi Aliansi BEM Se-Jember Perbesar

JEMBER, transnews.co.id – Aksi demo yang digelar oleh 11 BEM dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta yang tergabung dalam Aliansi Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) se Jember, yang digelar pada Jumat (9/9/2022) siang usai Salat Jumat hingga petang hari, yang dipusatkan di Bundaran DPRD Jember dan halaman kantor DPRD berjalan tertib.

Aksi yang diikuti oleh ribuan mahasiswa ini dimulai dari double way gerbang Universitas Negeri Jember dilanjutkan dengan long march menuju bundaran gedung DPRD Jember, selama perjalanan menuju gedung DPRD Jember juga mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Jember.

Sesampai di depan Gedung DPRD Jember, peserta aksi membentangkan berbagai spanduk, poster dan juga selebaran yang berisi penolakan dan kecaman kenaikan harga BBM, peserta aksi menilai kebijakan pemerintah dalam menaikan harga BBM terlalu tinggi dan tidak mempertimbangkan daya ekonomi masyarakat.

Selain membentangkan spanduk, poster dan juga selebaran, peserta aksi juga melakukan teatrikal yang menggambarkan subsidi BBM hanya dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas, dan menjadikan masyarakat miskin lebih sengsara.

Tidak hanya teatrikal, secara bergantian, korlap dari masing-masing BEM juga menggelar orasi secara bergantian, dimana dalam orasinya peserta aksi menyatakan, bahwa distribusi BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran.

“Subsidi BBM tidak dinikmati oleh masyasrakat miskin, justru 80 persen penikmat BBM adalah kalangan menengah ke atas, namun meski demikian dengan menaikan harga BBM juga memberatkan masyarakat miskin, pemerintah harus memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat miskin,” ujar peserta aksi dalam orasinya.

Selain itu, menaikkan harga BBM juga berpengaruh pada sektor-sektor lainnya, seperti harga kebutuhan pokok, karena produsen mempertimbangkan biaya produksi dan distribusinya.

Selama aksi berlangsung, tidak ada tindakan anarkhis dari peserta aksi, meski seluruh peserta aksi masuk ke halaman gedung DPRD Jember, dan ditemui sejumlah anggota DPRD di ruang lobi, aksi tetap berjalan damai dan tertib hingga peserta aksi membubarkan diri pada pukul 17.00 WIB setelah sejumlah anggota DPRD bersama dengan perwakilan mahasiswa membuat nota kesepakatan bersama menolak kenaikan harga BBM. (Humas Polres Jember/Irfak)

Baca Lainnya

Hadiri halal bihalal bersama, Ketua DPRD dan Bupati : ASN harus sosialisasikan program unggulan Jepara

26 Maret 2026 - 18:31

BAIS dan Ujian Akuntabilitas TNI

25 Maret 2026 - 23:11

Perkuat Sinergi, Bupati Jepara Silaturahmi ke Kediaman Kiai dan Tokoh Agama Pascalebaran

25 Maret 2026 - 21:47

Polisi Amankan Tas Pemudik yang Tertinggal di Rest Area 319B Pemalang

24 Maret 2026 - 19:19

News Trending DAERAH