Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

KESEHATAN

Kenapa Tenaga Kesehatan Lebih Dahulu Divaksin? Berikut Alasannya

LOGOS TNbadge-check


					Kenapa Tenaga Kesehatan Lebih Dahulu Divaksin? Berikut Alasannya Perbesar

Jakarta,transnews.co.id-Sebanyak 15.000 tenaga kesehatan (Nakes) di Jakarta Selatan hari ini Minggu (31/1/2021) divaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi kepada tenaga kesehatan di Poltekkes 1 Kementerian Kesehatan, Pondok Labu Cilandak, Jakarta Selatan.

Kegiatan Vaksinasi ditijau langsung oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Isnawa Adji serta Plt Kabadan PPSDM Kesehatan, Kemenkes RI, Kirana Pritasari dihadiri pula oleh Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan, Moh. Helmy.

Dalam kegiatan itu, Isnawa melihat alur vaksinasi, mulai dari pendaftaran hingga pemberian vaksin.

“Saya melihat langsung nakes yang disuntik, dan mendapatkan sertifikat,” ujar Isnawa.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan rangkaian program Kementerian Kesehatan, dan Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kesehatan.

Ia mengatakan, nakes merupakan garda terdepan penanganan Covid-19 di Jakarta Selatan. Karena itu, semakin banyak vaksinasi, maka akan mengurangi penyebaran Covid-19, walaupun vaksin bukan satu-satunya obat.

Sementara Plt Kabadan PPSDM Kesehatan, Kemenkes RI, Kirana Pritasari mengungkapkan, alasan tenaga kesehatan terlebih dahulu di vaksinasi.

Menurutnya SDM kesehatan memiliki resiko tertinggi terpapar covid. Mereka banyak memberikan pelayanan ke pasien atau ke non pasien. Sehingga mereka beresiko menularkan penyakit dan harus dilindungi terlebih dahulu.

“Mereka ini nantinya akan memvaksinasi masyarakat, makanya mereka harus terlebih dahulu di vaksinasi,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan, Moh. Helmy menuturkan, sebanyak 15.000 tenaga kesehatan di Jakarta Selatan sudah di vaksinasi.

“Artinya, sudah 63 persen nakes mendapatkan vaksin dari 24.000 sasaran,”katanya. (*)Editor:Nas

Baca Lainnya

Jaga Keandalan Sistem, PLN Laksanakan Pergantian Isolator SUTET 500 kV Suralaya–Balaraja Tanpa Padam

29 Maret 2026 - 19:18

Depok Bakal Kembali ber-UHC pada Juni 2026

28 Maret 2026 - 17:27

PLN UIT JBB Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Program PLN Peduli di Cilegon

27 Maret 2026 - 15:03

Hadiri halal bihalal bersama, Ketua DPRD dan Bupati : ASN harus sosialisasikan program unggulan Jepara

26 Maret 2026 - 18:31

News Trending DAERAH