
Ahmad Ghazali Tokoh Masyarakat Desa Rangdumulya.(photo-Jsf)
Mereka secara pribadi dan atas nama masyarakat berterimakasih atas segala bantuan yang selama ini diberikan baik itu lewat Pemerintah Desa melalui Dana Desa, maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau PKH melalui pusat dan provinsi.
“Apalagi dalam kondisi covid 19 bantuan keuangan dan barang dirasakan sangat berarti buat diri sendiri dan masyarakat lainnya yang berpenghasilan sangat minim,”ungkap Ahmad Ghazali, tokoh masyarakat Rangdumulya saat bincang bincang,Sabtu (7/11/2020).

Dikatakan Ahmad, segala pasilitas umum diwilayah Desa Rangdumulya seperti bangunan fisik jaling, japak, saluran air teralokasikan dibeberapa RT dan kewilayahan. Begitupun dengan Bumdes existensinya aktif dan cukup baik serta berjalan sebagaimana maksud dan tujuannya.
Hal tersebut tidak lepas dari profesionalisme pemimpin pemerintahan desa yang mengarahkan bawahannya agar menjalankan managemen yang baik dan bertanggung jawab.
“Jadi bila ada berita miring, pelaporan atau cuitan cuitan mengenai Bansos masyarakat yang telah terupdate atau telah memenuhi tahapan masuk sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengaku tidak diterima oleh masyarakat hal tersebut sangat tidak benar,”tuturnya.
Menurutnya,manuver dalam suasana menghadapi pesta Demokrasi Rakyat Pedesaan seringkali dilakukan para pihak dan masyarakat yang kurang memahami dan tidak sportip dalam menghadapi Pilkades.
“Kampanye negatif menurut Ahmad Ghazali itu merupakan sebuah kezhaliman, opini dan blac campaign yang menyesatkan,”pungkasnya.
Ditempat berbeda Tarsih (60) warga dusun Gulampok sebagai pedagang makanan ringan yang memiliki 10 orang anak dan bersuamikan sebagai buruh tani,mengakui
Pemdes Rangdumulya selalu memberikan informasi yang berkaitan dengan masyarakat lewat RT.
“Pak Kades Rangdumulya memiliki akhlak dan karakter baik, tidak mungkin melakukan penyelewengan wewenang dan jabatan,” kata Tarsih.
Pak Kades,tambah Tarsih selalu berkomunikasi serta bersosialisasi baik dengan warga serta dalam berbagai kegiatan selalu hadir menyapa warga.
Setiap kegiatan mulai pesta pernikahan, pengajian sampai melayat warga yang sakit, meninggal selalu hadir,”ujar Tarsih. (Jsf) Editor:Nas












