Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

KESEHATAN

KPA Kota Bandung Bentuk Relawan AIDS Tiap Kecamatan

LOGOS TNbadge-check

Kota Bandung,transnews.co.id – Komisi Penanggulangan Aids (KPA) kota Bandung membentuk Komunitas Relawan AIDS di setiap kecamatan.

Dibentuknya relawan di setiap kecamatan karena, Kasus Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Bandung merupakan fenomena gunung es yang harus digali agar bisa memberikan penanganan tepat bagi penderita.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat menghadiri Gala Dinner The Indonesian AIDS Conference 2019 di Hotel El Royale Bandung, Jumat (29/11/2019).

Para relawan, lanjut Yana, melakukan pendekatan dan pendataan di wilayah-wilayah sehingga terungkap data penderita AIDS yang perlu mendapat pertolongan.

“Selama ini penanganan AIDS sulit dilakukan karena para penderita enggan melapor,”tuturnya.

Kata Yana, setelah para relawan bergerak ke seluruh pelosok kota, tahun 2019 ini diperoleh data sebanyak 4.825 orang mengidap AIDS. Di satu sisi ini kabar baik, karena kita menemukan. Kalau sudah ketemu bukan gunung es lagi.

“Artinya KPA ini berhasil melakukan pendataan. Berita tidak baiknya ternyata jumlahnya cukup besar,” ungkap Yana.

Dengan terungkapnya data para penderita AIDS, lanjut Yana, Pemerintah Kota Bandung dan KPA Kota Bandung dapat lebih mudah dalam penanganannya. Berharap hal ini juga bisa menghentikan penyebaran virus HIV di Kota Bandung.

“Kalau kita sudah bisa menemukan, akhirnya treatment-nya lebih mudah. Karena setelah ditemukan itu kuncinya mereka minum obat ARV (Antiretroviral) seumur hidup,” ujarnya.

Obat ARV sudah tersedia di seluruh Puskesmas di Kota Bandung. Warga yang membutuhkan bisa mendapatkan obat tersebut secara gratis.

“Tidak ada alasan untuk tidak mendapatkan obat itu untuk pengobatan. Harapannya tidak ada lagi penyebaran. Hal yang kita sepakati itu epideminya. Jadi sekarang kalau angkatannya 4.825 ya sudah, dikunci,” tegas Yana.(Chryst)

Baca Lainnya

Bupati Subandi Optimalkan Layanan Digitalisasi: Target PAD Rp 642 Miliar, UMKM dan Perbaikan Jalan Dikebut

30 Maret 2026 - 18:35

Kepengurusan DPD LBH CCI Sidoarjo Resmi Dibekukan 

30 Maret 2026 - 18:33

Pergerakan Arus Balik Lebaran Masih Tinggi, Polres Jember Gelar KRYD

30 Maret 2026 - 10:02

Khofifah Turun Langsung Tinjau Banjir di Pasuruan, Bawa Bantuan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

30 Maret 2026 - 07:47

News Trending DAERAH