Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Krisis Air Bersih Mulai Landa Cianjur

LOGOS TNbadge-check

CIANJUR, TransNews – Sejumlah wilayah terutama di bagian selatan Cianjur Jawa Barat, mulai dilanda kekeringan dan krisis air bersih.

Beberapa warga, seperti di kecamatan Cibinong dan Kecamatan Cikadu, termasuk di kecamatan Agrabinta dan Leles, mulai kesulitan Air bersih untuk kebutuhan mandi cuci dan kakus.

” Sumber air dari sumur, mulai kering. Meski ada, air sumur sudah keruh. Itupun harus menunggu air kumpul baru bisa di timba untuk diambil airnya,” Ujar Warni Warga Dusun Cibitung, Desa Girijaya Cibinong,Selasa (16/7/2019)

Hal yang sama dialami warga Dusun Karyamukti dan Dusun Cilaku dikecamatan Cikadu sumber air itu mengering. Warga terpaksa menggunakan air dari kolam penampungan tersebut kendati kondisinya keruh karena tidak ada alternatif lain sejak sumur mengering.

Baban (34) seorang warga mengatakan, sejak bulan puasa kemarin atau sekitar dua bulan sudah tidak turun hujan. Sumur dan sumber air lain sudah kering, jadi terpaksa menggunakan (sumber air) yang ada,” tutur warga asal Kampung Pasirhuni, Cikadu saat dihubungi wartawan, Senin (15/7/2019).

Kata Baban, air di kolam penampungan yang berasal dari aliran kali kecil itu pun menjadi tumpuan satu-satunya warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Baban menyebutkan, untuk bisa mendapatkan air dari kolam penampungan yang berlokasi di Dusun Cilaku itu harus mengantre terlebih dahulu karena sejak pagi hingga petang hari, warga silih berganti berdatangan ke lokasi sembari membawa ember dan jerigen.

“Karena jaraknya lumayan jauh, saya dan warga dari sini harus pakai motor ke lokasi. Jarak tempuhnya sekitar 20 menit. Kalau yang tidak punya motor pakai jasa ojek ongkosnya Rp10 ribu,” ujarnya.

Warga berharap, pemerintah agar segera memberi bantuan terkait kebutuhan air untuk kebutuhan warga, sebab sumber mata air mulai mengering akibat dampak kemarau yang terjadi dua bulan terakhir di wilayah Cianjur.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Dodi Permadi seperti dilansir Kompas.com, mengatakan, krisis air bersih terjadi di beberapa wilayah kecamatan terutama di selatan.

Pihaknya pun telah berkordinasi lintas sektoral termasuk dengan PDAM Tirta Mukti Cianjur jika harus melakukan pendistribusian air bersih.

“Selain penanganan berupa droping air, kita juga sedang memetakan untuk membangun bak-bak penampungan air bersih. Rencananya akan kita bangun di sebelas kecamatan,” tandasnya. (Mal/Nas)

Baca Lainnya

Bupati Sidoarjo Sidak RTLH di Taman, Salurkan Bantuan Sosial dan Jaminan Kesehatan

11 April 2026 - 20:38

Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 2 Madiun Dikebut, Progres Lampaui Target

11 April 2026 - 20:34

Musda VI JSIT Indonesia Daerah Kota Depok: Fenny Nisdawati Sah Menjadi Ketua Baru

11 April 2026 - 18:51

Perkuat Sinergi, SWI Sambangi BAZNAS Pusat Matangkan Kerja Sama Strategis

10 April 2026 - 20:46

News Trending NASIONAL