Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

EKBIS

Mahasiswa UPER Rancang Teknologi Pakan Cerdas, Untuk Tingkatkan Kualitas Budidaya Ikan

Avatar photobadge-check


					Mahasiswa UPER Rancang Teknologi Pakan Cerdas, Untuk Tingkatkan Kualitas Budidaya Ikan Perbesar

Mahasiswa UPER Rancang Teknologi Pakan Cerdas, Untuk Tingkatkan Kualitas Budidaya Ikan

JAKARTA, transnews.co.id – Di Indonesia, ikan lele merupakan salah satu sumber pangan yang telah mengakar kuat dalam konsumsi sehari-hari masyarakat, mulai dari warung makan skala kecil hingga rumah tangga.

Tingginya tingkat konsumsi ini sejalan dengan kinerja sektor budidaya, di mana produksi nasional lele pada tahap pembesaran mencapai 1.157.755 ton pada tahun 2024. Capaian tersebut menempatkan ikan lele sebagai komoditas budidaya air tawar terbesar kedua di Indonesia setelah ikan nila (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2024).

Di balik tingginya tingkat produksi dan peran strategis ikan lele dalam sistem pangan nasional, potensi besar yang menjadi tulang punggung ekonomi pembudidaya ikan ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan struktural.

Kehilangan dan pemborosan pangan ikan (aquatic food loss and waste) secara global diperkirakan mencapai 14–15% dari total produksi perikanan, yang terutama dipicu oleh persoalan teknis, lemahnya manajemen produksi, serta kendala distribusi (World Economic Forum, 2024).

Menjawab tantangan tersebut, Adelard Zafri Ramadhan dan M. Syaifullah Yusuf Habibi, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pertamina (UPER), merancang teknologi Smart Feeding System berbasis Internet of Things (IoT), yaitu sistem yang memungkinkan alat saling terhubung dan bekerja secara otomatis.

Teknologi ini dikembangkan untuk mengatasi permasalahan utama dalam budidaya ikan, khususnya ketidakefisienan pemberian pakan serta keterbatasan pemantauan kondisi kolam secara langsung dan berkelanjutan.

“Berdasarkan hasil riset kami, keterlambatan serta kelebihan pemberian pakan ikan dapat menyebabkan ketidaksempurnaan nutrisi yang didapatkan pada ikan. Serta jika terjadi kelebihan pakan maka sisa pakan akan mencemari air, hasilnya akan berdampak pada ikan yang sakit dan mati,” ungkap Adelard.

Prototipe Smart Feeding System ini menggunakan berbagai perangkat yang saling terhubung, seperti alat pengendali utama, sensor untuk membaca kualitas air, serta penggerak pakan. Seluruh sistem terhubung dengan aplikasi digital Blynk, sehingga pemberian pakan ikan dapat dilakukan secara otomatis.

Melalui aplikasi tersebut, pembudidaya dapat memantau kondisi kolam—termasuk tingkat keasaman air—dan mengendalikan sistem dari jarak jauh secara lebih mudah dan terkontrol.

“Dalam tahap pengujian, sistem mampu menjaga kualitas air kolam tetap stabil pada pH 6,5–8,0, yang aman bagi ikan, serta menjalankan pemberian pakan secara tepat sesuai perintah dari aplikasi. Setiap perintah dapat langsung dijalankan oleh alat, sehingga proses pemberian pakan menjadi lebih teratur, responsif, dan mudah dikendalikan,” tambah Adel

Inovasi tersebut dipamerkan dalam Innovation and Design Exhibition of Electrical Engineering (IDEEE) 2026. IDEEE sendiri merupakan pameran teknologi inovasi karya mahasiswa Teknik Elektro UPER. Pada tahun 2026 pameran tersebut menampilkan sejumlah karya mahasiswa dari dua mata kuliah yaitu Mikrokontroler sejumlah 10 kelompok dan Capstone Desain sejumlah 12 kelompok.

“Pameran IDEEE menjadi wadah bagi mahasiswa menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan nyata. Melalui mata kuliah Capstone Design di Program Studi Teknik Elektro Universitas Pertamina, mahasiswa mengintegrasikan keilmuan teknis, kebutuhan masyarakat, dan perspektif keberlanjutan,”

“Sebanyak sembilan karya inovatif turut dipamerkan, mulai dari sistem pemungutan sampah otomatis berbasis PLTS hingga smart portable electric cooler box untuk transplantasi organ,” pungkas Muhammad Abdillah, S.T., M.T., Dr. Eng., Ketua Program Studi Teknik Elektro UPER.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan apresiasi terhadap inovasi karya mahasiswa.

“Selama satu dekade berdiri, Universitas Pertamina berkomitmen menjadi kampus energi dan teknologi yang menjadi pusat inovasi dan keberlanjutan. Komitmen ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengembangan teknologi yang berorientasi pada efisiensi energi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Prof. Wawan.

Universitas Pertamina terus membuka peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi berkelanjutan. Informasi pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui pmb.universitaspertamina.ac.id.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dampingi Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang

14 Januari 2026 - 20:33

Gubernur Khofifah Dampingi Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang

Wabup Sidoarjo Resmikan Dapur MBG di Desa Temu, Warga Diminta Ikut Awasi Keamanan Makanan

14 Januari 2026 - 20:30

Wabup Sidoarjo Resmikan Dapur MBG di Desa Temu, Warga Diminta Ikut Awasi Keamanan Makanan

Wabup Sidoarjo Sidak SDN Jatikalang, Bangunan Sekolah Dinilai Membahayakan Siswa

14 Januari 2026 - 20:27

Wabup Sidoarjo Sidak SDN Jatikalang, Bangunan Sekolah Dinilai Membahayakan Siswa

Komitmen Keselamatan Kerja, PLN UIT JBB Peringati Bulan K3 Nasional 2026

14 Januari 2026 - 13:50

News Trending DEPOK