Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Mahasiswa UPER Sulap Lumpur Lapindo Jadi Air Bersih Dengan “Lambo Jernih” Ramah Lingkungan

Avatar photobadge-check


					Dokumentasi: Dokumentasi pribadi tim Lambo Jernih Universitas Pertamina Perbesar

Dokumentasi: Dokumentasi pribadi tim Lambo Jernih Universitas Pertamina

JAKARTA, transews.co.id – Semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, pada 2006 yang dikenal sebagai Lumpur Lapindo meninggalkan dampak berkepanjangan: permukiman dan infrastruktur terendam, lahan produktif hilang, hingga relokasi ribuan warga. (18/08/2025).

Hingga kini, jutaan meter kubik material lumpur masih menumpuk dan menjadi tantangan pengelolaan pascabencana. Selain kerugian sosial-ekonomi, residu lumpur dan perubahan kualitas lingkungan turut menimbulkan kekhawatiran terhadap mutu air dan tanah di kawasan terdampak.

Riset BPS (2024) dan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur mencatat sebagian besar air tanah di Sidoarjo mengandung besi (Fe) dan mangan (Mn) melebihi baku mutu, yang berisiko pada kesehatan kulit, organ vital, dan perkembangan kognitif.

Sementara itu, WRI (2023) memproyeksikan Indonesia akan menghadapi kelangkaan air bersih pada 2050 dengan status medium water stress, diperparah oleh pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, kemarau, dan pencemaran.

Kondisi ini menuntut hadirnya teknologi penyaring air yang efektif sekaligus mampu memanfaatkan limbah pascabencana seperti Lumpur Lapindo.

Dokumentasi: Ilustrasi filtrasi air Lambo Jernih yang menggunakan lumpur Lapindo

Dokumentasi: Ilustrasi filtrasi air Lambo Jernih yang menggunakan lumpur Lapindo

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina (UPER) mengembangkan Lambo Jernih, purwarupa filter air berbahan dasar Lumpur Lapindo yang mampu menyisihkan logam berat dari air. Inovasi ini digagas oleh M. Afrizal Ichwanul Ulum, M. Adli Danica, M. Karunia Vivaldi, dan Achmad Fauzi.

Lumpur Lapindo terlebih dahulu diolah agar efektif menyaring logam berat melalui aktivasi kimia menggunakan larutan NaOH untuk membuka pori-pori material dan aktivasi fisik melalui kalsinasi atau pemanasan suhu tinggi untuk membersihkan zat pengotor.

Hasil uji laboratorium menunjukkan media ini mampu mengurangi kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air. Lambo Jernih tersusun dari lapisan karbon aktif, serbuk keramik, lumpur teraktivasi, dan kerikil, dirancang tanpa listrik, tanpa bahan kimia tambahan, serta mudah dirawat.

“Sejak bencana Lumpur Lapindo, jutaan meter kubik material tersisa tanpa pemanfaatan optimal dan menjadi pencemar lingkungan. Riset kami menemukan bahwa lumpur ini berpotensi sebagai media penyaring air dan logam berat,”

“Dengan harga sekitar Rp687.500 per unit dan biaya perawatan hanya Rp1 juta untuk 5–10 tahun, teknologi ini menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus terjangkau bagi masyarakat,” ujar Afrizal.

Saat ini, purwarupa Lambo Jernih telah dikembangkan dan akan segera diuji coba pada masyarakat di wilayah Sidoarjo, baik untuk penggunaan rumah tangga maupun komunal.

Dengan target awal 250 pengguna aktif, Afrizal berharap teknologi ini dapat menjadi solusi atas kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan air rumah tangga yang tercemar.

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 6: Air Bersih dan Sanitasi, Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU, menyampaikan apresiasi atas karya mahasiswa ini.

“Pembelajaran di UPER dirancang dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan. UPER juga berhasil meraih peringkat ke-25 nasional dalam THE Impact Rankings, pemeringkatan perguruan tinggi yang menilai komitmen pada pendidikan berkelanjutan,”

“Lambo Jernih menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan global air bersih, sekaligus memperkuat capaian tertinggi UPER di SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi,” tutur Prof. Wawan.

Ingin menjadi bagian dari generasi inovator yang mampu menciptakan solusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat?

Daftarkan diri Anda di Universitas Pertamina dan wujudkan ide menjadi karya yang berdampak. Informasi pendaftaran tersedia di www.universitaspertamina.ac.id.

Baca Lainnya

Sekda Kota Depok Resmikan Dapur MBG Ke-97 di Mampang

20 Januari 2026 - 12:56

Peresmian SPPG Mampang 3, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas.

Guncang Madiun! Wali Kota Maidi Terjaring OTT KPK

19 Januari 2026 - 18:15

Foto: Maidi, Walikota Madiun

Bupati Subandi Hadiri Haul Masyayikh Al-Khoziny, Doakan Syuhada dan Perkuat Ukhuwah di Sidoarjo 

18 Januari 2026 - 19:28

Bupati Subandi Hadiri Haul Masyayikh Al-Khoziny, Doakan Syuhada dan Perkuat Ukhuwah di Sidoarjo 

Cegah Bentrok Antar Perguruan Silat, Polisi Amankan 18 Pemuda di Kedungdoro 

18 Januari 2026 - 01:11

Cegah Bentrok Antar Perguruan Silat, Polisi Amankan 18 Pemuda di Kedungdoro 
News Trending PERISTIWA