Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Menhub RI Rencanakan Pemetaan Transportasi Banten

LOGOS TNbadge-check

Serang,transnews.co.id- Mennteri Perhububgan Budi Karya Sumadi,disela sela kunjungan kerja di Prov Banten, Sabtu (18/1/2020) menjelaskan Kemenhub ingin memetakan apa yang menjadi rencana besar Serang sebagai daerah penunjang Jakarta.

Dari sekarang harus dilakukan penataan dengan baik agar pembangunan-pembanguna itu selaras dengan pembangunan Jakarta,”Ujar Budi.

Kata Budi, di masa mendatang, dalam lima atau 10 tahun di sini akan ada double track, ada elektrifikasi.

“Tapi memang ada satu tahapan. Dua tahun ini ada perbaikan dari rel yang ada untuk peningkatan kecepatan supaya dari Rangkasbitung sampai Merak bisa satu jam,” ungkap Menhub.

Dikatakan, pembicaraan beberapa hal terutama mengenai pelabuhan, Kemenhub akan kembali memetakan. Saat ini ada tiga pelabuhan swasta besar yang akan dibangun, di antaranya Pelabuhan Warnasari.

“Saya akan koordinasikan itu apakah pelabuhan-pelabuhan ini bisa mengakomodir logistik di Banten. Kalau dia bisa mengakomodir, pelabuhan yang harus kita bangun itu tidak perlu,” ungkap Menhub.

Terkait perlintasan satu bidang, menurut Menhub Budi Karya tidak ada masalah, akan diselesaikan dengan dikoordinasikan ke Kementrian PUPR.

Masih menurut Menhub, saat ini perjalanan kereta api Rangkasbitung – Merak masih di bawah 20 perjalanan dengan kecepatan 40 km/jam akan ditingkatkan menjadi 70 km/jam.

Cukup satu lintasan. Elektrifikasi akan dilakukan ketika perjalanan kereta sudah di atas 50 perjalanan. Ketika perjalanan sudah di atas 100, akan ada dua jalur (double track).

“Tapi nanti harus dipersiapkan statiunnya, tempat parkirnya dan juga antar modanya. Stasiun sebagai transit oriented system, perjumpaan antara angkutan masal dengan angkutan biasa. Dari sekarang mumpung belum metropolitan, bisa direncanakan,” pungkas Menhub.(AE) Editor:Nas

Baca Lainnya

Hadiri Operasi Pasar Murah Jepara, Ketua DPRD Dorong Pemerintah Tetap Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

12 Maret 2026 - 20:28

Kuasa Hukum HS Layangkan Somasi Keras Terhadap Kasno

12 Maret 2026 - 20:06

Ingatkan ASN, Sekda Depok: Fasilitas Negara Bukan untuk Keperluan Mudik!

12 Maret 2026 - 19:34

Sinergi di Bulan Ramadan: BPJS Ketenagakerjaan Depok Pererat Silaturahmi dengan Agen Perisai

11 Maret 2026 - 22:19

News Trending DEPOK