Banten, Transnews.co.id – Dalam semangat memperingati Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) melalui PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cilegon dan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Cilegon terus memperkuat kepedulian terhadap keselamatan ketenagalistrikan di tengah masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan kepada siswa SMKN 1 Kramatwatu, Kabupaten Serang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN untuk membangun kesadaran keselamatan sejak dini, khususnya bagi generasi muda yang sehari-hari tidak terlepas dari penggunaan listrik. Para siswa mendapatkan edukasi mengenai potensi bahaya listrik, penggunaan peralatan listrik secara aman, menjaga jarak aman dari jaringan listrik, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kecelakaan akibat kelistrikan.
General Manager PLN UIT JBB, Himmel Sihombing, menyampaikan bahwa edukasi keselamatan sejak dini penting untuk membentuk kepedulian dan kebiasaan aman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Penting bagi kita untuk memberikan edukasi keselamatan sejak dini agar anak-anak memahami potensi bahaya listrik yang ada di sekitar mereka dan mampu menjaga keselamatan dirinya sendiri. Harapannya, pengetahuan yang mereka dapatkan tidak berhenti di sekolah, tetapi juga dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga semakin banyak masyarakat yang peduli dan memahami pentingnya keselamatan ketenagalistrikan,” ujar Himmel.
Manager PLN UPT Cilegon, Eka Annise Ambarani, mengatakan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan mengenali potensi bahaya dan mengetahui cara menggunakan listrik dengan aman, para siswa dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap keselamatan,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diajak mengenali berbagai kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya listrik, termasuk penggunaan peralatan listrik yang tidak tepat dan aktivitas di sekitar jaringan listrik. Edukasi juga menekankan pentingnya tidak melakukan tindakan yang berisiko terhadap jaringan maupun instalasi listrik serta segera melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan kepada pihak yang berwenang.
PLN berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk lebih waspada dan peduli terhadap keselamatan, baik untuk dirinya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya. Pengetahuan tersebut diharapkan turut diteruskan kepada keluarga dan lingkungan, sehingga pesan keselamatan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, PLN menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui edukasi dan kepedulian terhadap keselamatan. Sebab, pemanfaatan listrik yang aman dimulai dari pengetahuan, kepedulian, dan kebiasaan untuk selalu menjaga keselamatan.








Komentar ditutup.