Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

TNI/POLRI

Pangdam Jaya/Jayakarta Pimpin Apel Gelar Pasukan Bawah Kendali Operasi

LOGOS TNbadge-check

Jakarta Pusat,transnews.co.id | Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Eko Margiyono memimpin Apel Gelar Pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) Kodam Jaya dalam rangka Pengamanan Pemilihan Presiden (Pilpres)/Wakil Presiden (Pilwapres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2019 di Lapangan Cawan Selatan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (15/4).

Di hadapan 15.122 personel yang ikut pada apel gelar pasukan ini, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono menyampaikan bahwa tugas BKO membatu Kepolisian dalam rangka kegiatan pesta demokrasi Pilpres, Pilwapres dan Pileg 2019 terhitung mulai hari ini sampai pencoblosan dan diumumkan hasil penghitungan suara.

Pangdam meminta setiap personel mempelajari tugas masing-masing dan para unsur pimpinan untuk menjelaskan tugas tersebut kepada anak buahnya. “Maka setiap individu, harus pelajari tugas masing-masing, karena tugas kalian berbeda-berbeda, ada yang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan ada yang berpatroli ke tempat-tempat obyek vital, saya minta pada pimpinan jelaskan ini semua kepada personel,” pinta Pangdam.

Pangdam juga menjelaskan tidak ada perbedaan tugas pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) antara organik Kodam Jaya dengan organik yang di-BKO-kan ke Kodam Jaya, termasuk dukungan logistik semua sama. “Intinya, Kodam Jaya akan membatu dengan baik keperluan-keperluan pasukan BKO, termasuk indeks logistik yang akan kalian terima, semua sama tidak dibeda-bedakan,” jelasnya.

Para pimpinan pasukan dalam pengamanan ini akan dibekali alat beraplikasi khusus, yang bila ditekan tombol _emergeny_ , maka gambar dan asal pimpinan satuan tersebut akan termonitor oleh Pos Komando. “Bila sesuatu hal sudah dianggap _emergency_, maka kalian pencet tombol tersebut, tapi harus tepat dengan keadaan di lapangan,” jelas Pangdam.

Selama pelaksanaan tugas pengamanan, Pangdam menekan agar tiap personel tidak terprovokasi oleh pihak manapun karena ada pihak yang ingin mengacaukan Pemilu di seluruh Indonesia.

Pengalaman saat Pilkada DKI Jakarta yang banyak disoroti para pengamat, diharapkan Pangdam bisa menjadi pelajaran berharga sebagai bentuk pengabdian tanpa pamrih. “Jadikan tugas pengamanan ini sebagai pengabdian yang tulus kepada Bangsa dan Negara Indonesia yang kita cintai,” pungkasnya.

Usai apel, para personel menerima pengarahan dari masing-masing Dansubsatgas yaitu Danrem 051/Wijayakarta Kolonel Inf Susilo sebagai Dansubsatgas Bagian Timur, Danrem 052/Wijayakarama Kolonel Kav Agustinus Purboyo sebagai Dansubsatgas Bagian Barat dan Dandim 0501/Jakarta Pusat BS Letkol Inf Wahyu Yudhayana sebagai Dansubsatgas Bagian Pusat.

15.122 personel yang ikut pada apel gelar pasukan pengamanan ini terdiri terdiri dari, Kodam Jaya 7.454 orang dan personel BKO sebanyak 7.668 orang terdiri dari TNI AD 5.046, TNI AL 1.872 orang dan TNI AU 750 orang.

Turut hadir dalam kegiatan ini, para Asisten Kasdam Jaya, Periwira LO Kodam Jaya, para Kabalakdam dan Komandan Satuan Jajaran Kodam Jaya.

 

Penulis: agus

Baca Lainnya

Polres Jember Amankan 18 Tersangka Narkoba Sepanjang Bulan Maret 2026

2 April 2026 - 17:52

Pergerakan Arus Balik Lebaran Masih Tinggi, Polres Jember Gelar KRYD

30 Maret 2026 - 10:02

BAIS dan Ujian Akuntabilitas TNI

25 Maret 2026 - 23:11

Perkuat Sinergi, Bupati Jepara Silaturahmi ke Kediaman Kiai dan Tokoh Agama Pascalebaran

25 Maret 2026 - 21:47

News Trending DAERAH