SIDOARJO, transnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM SDA) mulai menggeber percepatan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Sebanyak 16 ruas jalan akan ditangani secara serentak mulai pekan ini, disusul 15 ruas tambahan pada pekan berikutnya.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Kabupaten Sidoarjo, M. Makhmud, mengatakan percepatan dilakukan di sejumlah kecamatan, di antaranya Sidoarjo, Buduran, Gedangan, Sedati, dan Waru.
“Mulai besok kami tangani 16 ruas jalan secara bersamaan. Minggu depan kami lanjutkan lagi 15 ruas. Targetnya sesuai arahan Bupati, seluruh perbaikan rampung sebelum Hari Raya agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ujar Makhmud, Rabu (4/2/2026).


Pemkab Sidoarjo Kebut Perbaikan Jalan di 31 Ruas, Target Rampung Sebelum Lebaran
Menurutnya, perbaikan tidak hanya dilakukan oleh Dinas PUPR, namun juga berjalan simultan melalui program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) yang dikerjakan masing-masing kecamatan.
Meski fokus pada ruas yang telah diprogramkan, pihaknya tetap membuka penanganan darurat untuk titik jalan yang kondisinya dinilai sangat mendesak.
“Kami tetap lakukan penambalan cepat jika ada kerusakan parah yang membutuhkan penanganan segera,” jelasnya.
Untuk memastikan pekerjaan berjalan optimal, Dinas PUPR telah melakukan koordinasi intensif dengan para camat guna memetakan kewenangan penanganan jalan antara dinas dan PIWK.
“Semua sudah kami sinkronkan agar bisa dikerjakan serentak dan tidak tumpang tindih,” tambahnya.
Terkait kondisi Jalan Lingkar Timur yang menjadi sorotan publik, Makhmud menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pembentukan satuan tugas (satgas) serta koordinasi lintas sektor. Bahkan, pihaknya berharap adanya tambahan anggaran untuk mempercepat penanganan kawasan tersebut.
Selain itu, Dinas PUPR juga tengah menyiapkan sekitar 25 paket pekerjaan jalan yang ditargetkan rampung pada Maret 2026. Setelah seluruh perencanaan selesai, proses lelang akan dilakukan secara serentak.
“Pola ini akan kami terapkan juga untuk perencanaan tahun 2027 agar penanganan lebih cepat dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya.












