SIDOARJO, transnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmen terhadap Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Berbagai inovasi dilakukan untuk mempercepat dan memperluas implementasi transaksi keuangan non-tunai di wilayah tersebut.
Hasilnya, pada tahun 2025 TP2DD Kabupaten Sidoarjo berhasil meraih apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI sebagai TP2DD Terbaik III wilayah Jawa-Bali. Capaian ini semakin memperkuat posisi Sidoarjo sebagai salah satu daerah terdepan dalam digitalisasi transaksi keuangan.
Memasuki tahun 2026, komitmen tersebut diwujudkan melalui rencana penerapan QRIS Tap dalam berbagai transaksi keuangan. Inovasi ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran digital dengan lebih cepat, praktis, dan aman tanpa perlu memindai barcode, cukup dengan menempelkan ponsel ke mesin EDC atau pembaca contactless.

Upaya tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) TP2DD Kabupaten Sidoarjo yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi capaian Championship TP2DD 2025 sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi Championship TP2DD 2026, serta mensosialisasikan pemanfaatan QRIS Tap.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, dan menghadirkan narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa forum HLM bukan sekadar rapat koordinasi rutin, melainkan forum strategis untuk menyamakan langkah dan mempercepat implementasi ETPD.
“Digitalisasi sudah menjadi instrumen mutlak, bukan lagi pilihan, untuk menekan kebocoran anggaran, menjamin transparansi, dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) secara terukur,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kinerja TP2DD Kabupaten Sidoarjo yang berhasil meraih peringkat ketiga terbaik di wilayah Jawa-Bali, serta inovasi pembayaran retribusi non-tunai yang masuk sebagai Program Unggulan Terbaik ketiga tingkat nasional.
Menurutnya, capaian tersebut turut mendorong realisasi ETPD Kabupaten Sidoarjo hingga 99,5 persen, tertinggi di Provinsi Jawa Timur pada semester II tahun 2025.
“Capaian ini adalah buah dari kerja keras seluruh anggota TP2DD Kabupaten Sidoarjo,” tambahnya.
Ke depan, Subandi mendorong penerapan transaksi digital di berbagai sektor, termasuk perdagangan dan layanan kesehatan. Ia juga meminta agar implementasi ETPD diperluas hingga ke pasar-pasar tradisional.
“Saat ini retribusi pasar masih kecil. Jika ETPD diterapkan di pasar, masyarakat cukup menggunakan ponsel untuk pembayaran non-tunai,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Sidoarjo, Fenny Apridawati, selaku Ketua Harian TP2DD Kabupaten Sidoarjo, menyampaikan bahwa penguatan ETPD akan didukung melalui penerapan QRIS Tap di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia menyebutkan bahwa transaksi non-tunai terbukti sejalan dengan peningkatan pembangunan daerah. Hal ini tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sidoarjo yang mencapai 83,35, tertinggi di Jawa Timur untuk kategori kabupaten.
Fenny juga mengungkapkan bahwa pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di Sidoarjo menjadi yang tertinggi di Jawa Timur dan peringkat keempat secara nasional.
Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari optimalisasi digitalisasi daerah yang didukung oleh infrastruktur perbankan yang memadai.
“Kita memiliki pondasi infrastruktur digital yang matang untuk mendukung berbagai jenis transaksi digital,” pungkasnya.












