Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Peneliti UI Lakukan Pemetaan Wilayah Rawan Kekeringan Di Kabupaten Lebak

LOGOS TNbadge-check

Lebak, Transnews- Ketua Tim Peneliti Universitas Indonesia Departemen Geografi,MH Dewi Susilawati dalam acara Forum Group Discussion di Aula Multatuli Kabupaten Lebak, Kamis (1/8/19) mengatakan, pihaknya telah melakukan riset dan penelitian bahwa sebagaian besar desa di Kabupaten Lebak masuk pada kelas klasifikasi wilayah agak tahan pangan yaitu 283 Desa atau (82%).

” Ada 53 Desa lagi masuk pada klasifikasi wilayah agak rawan atau (15,7%). Sedangkan wilayah yang rawan pangan hanya satu yakni Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar,” Ungkap Dewi.

Dewi menjelaskan, tujuan dilakukannya penelitian yaitu membuat peta wilayah kekeringan di Kabupaten Lebak. Kemudian membuat peta rawan pangan, menyusun wilayah prioritas penanggulangan kekeringan dan rawan pangan berdasarkan evaluasi wilayah kekeringan dan rawan pangan di Kabupaten lebak,”Jelasnya

Sementara itu Bupati Lebak Hj.Iti Octavia Jayabaya, sebelum membuka secara resmi Forum Group Discussion menjelaskan bahwa Kabupaten Lebak adalah salah satu daerah yang memiliki wilayah yang luas. Beberapa wilayah di Kabupaten Lebak itu rawan terhadap bencana kekeringan.

” Saya mengapresiasi kepada tim peneliti Universitas Indonesia Departemen Geografi yang telah melakukan penelitian, sehingga kami selaku pemerintah akan terus berupaya dalam melakukan penanggulangannya,” Kata Bupati Lebak.

salah satu upaya pemerintah kabupaten Lebak, tambah Bupati adalah terus berusaha dan berjuang untuk melakukan yang terbaik demi masyarakat dalam penanganan rawan kekeringan dan rawan pangan.

” Hal ini telah dilaksanakannya rehabilitasi saluran irigasi dan yang lainnya untuk pemenuhan kebutuhan air untuk menanam padi,” Tandasnya. (UP/Herawati)

Baca Lainnya

Polres Jember Borong Tiga Penghargaan dari KPPN, Bukti Kinerja Keuangan Transparan dan Akuntabel

14 April 2026 - 20:38

DLHK Sidoarjo Sidak TPA Liar Trompoasri, Tutup Akses dan Dorong Perbaikan Sistem Sampah

14 April 2026 - 20:35

Asasta Raih Golden Trophy Dalam Ajang TOP BUMD Awards 2026

14 April 2026 - 09:57

Wabup Sidoarjo Takziah ke Rumah Duka Balita Korban Terseret Arus Sungai di Kalidawir

13 April 2026 - 20:22

News Trending DAERAH