Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Peringati Harganas:Desa Cigadog Cikelet Garut Gelar Pelayanan KB Sejuta Akseptor

LOGOS TNbadge-check

Garut, TransNews.co.id- Desa Cigadog di Kec amatan Cikelet, Garut Jawa Barat, menyelenggarakan kegiatan pelayanan KB Sejuta Akseptor.

Kegiatan pelayanan KB berlangsung di Aula Desa Cigadog dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional, (Harganas) ke 27 tingkat Provinsi Jabar, Kamis (25/6/2020).

Kegiatan dihadiri Koordinator KB, Otang Herdiana, para bidan desa, TPD, PLKB, pos KB dan sub pos KB, Babinsa, Babinmas dan Kepala UPT DP2 KBP3A.

Serma, Jefri, mewakili Dandim 0611 Garut menjelaskan bahwa kehadiran TNI AD dalam rangka pendampingan, kesehatan agar warga paham tentang kesehatan,”ujarnya.

Sementara Kepala Desa Cigadog Ipit Mulyadi, dalam kegiatan itu menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang hidup sehat , selalu pakai masker dan cuci tangan ikuti ajuran protokol kesehatan,”ujarnya.

Sebagaimana diketahui tahun lalu angka pertumbuhannya mencapai 26 persen. Tahun ini dengan KB-Kes bisa ditekan menjadi 21 persen.

Dandim 0611 Garut, Letkol Inf Erwin Agung, mengungkapkan,sebagaimana diketahui tahun lalu angka pertumbuhannya mencapai 26 persen. Tahun ini dengan KB-Kes bisa ditekan menjadi 21 persen.

Ia menyebut, TNI membantu program pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Program tersebut cukup efektif karena di setiap desa, sudah terdapat Babinsa.

Selain menyosialisasikan KB, pihaknya juga memberi pemahaman kepada perempuan agar tak menikah dini. Ia menyebut, angka pernikahan dini di Garut masih tinggi.

“Saat menikah dini, banyak yang belum siap saat akan memiliki keturunan. Jadinya akan berbahaya saat melahirkan. Risikonya cukup besar,” pungkasnya. (Mal/Na) Editor:Nas

Baca Lainnya

Hadiri Halalbihalal Radio Aryo Gema di Detos, Igun Sumarno Tantang Panitia Gelar Event di Alun-alun Kota Depok

6 April 2026 - 22:36

Sidak RSUD Kartini: Ketua DPRD Jepara Bantu Bayi Devan Asal Karimunjawa

6 April 2026 - 22:26

Pemkab Sidoarjo Perkuat ETPD, Siapkan Implementasi QRIS Tap di 2026

6 April 2026 - 18:15

Diskominfo Jatim Serahkan SK Purna Tugas dan Kenaikan Pangkat ASN

6 April 2026 - 17:14

News Trending DAERAH