Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

EKBIS

Petani Mengeluh,Harga Sayur Mayur di Pangalengan Bandung Anjlok 80 Persen

LOGOS TNbadge-check


					Petani Mengeluh,Harga Sayur Mayur di Pangalengan Bandung Anjlok 80 Persen Perbesar

Kab Bandung,transnews.co.id-Harga sayur mayur di Pangalengan Kabupaten Bandung Jawa Barat terus mengalami penurunan. Akibat penurunan harga itu sejumlah petani mengeluh,sebab biaya produksi tidak sebanding dengan harga jual. 

Iyan (40) salah seorang petani Warga Pangalengan  sangat mengeluhkan murahnya harga sayur mayur hingga 80 persen

Harga sayuran murah jenis Kol misalnya perkilo hanya 500 rupiah, pecay perkilo 400 rupiah, Tomat perkilo 1500 rupiah, Kentang 8000 rupiah/Kg,” kata Iyan, saat bincang bincang,Rabu pagi (3/9/2020).

Iyan mengatakan, biaya produksi seperti bahan bibit serta obat obatan sangat mahal jika dibandingkan dengan hasil penjualan yang didapat terlalu jauh.Akibatnya kami merugi.

“Penurunan harga sayuran kira kira 80 persen, “kata Iyan. 

Ditempat terpisah Sutisna (49) bandar pengepul sayuran di Pangalengan mengaku ikut merugi dengan murahnya harga jual sayuran.

“Saya juga ikut merugi karena penjualan kepasar Cikopo yang biasa memasok juga banyak yang tersisa karena daya beli masyarakat berkurang,”ungkap Sutisna. 

Sutisna mengutarakan, harga sayuran memang mengalami penurunan dan banyak jenis sayuran yang turun harganya. Bahkan jika di kalkulasikan, ongkos narik barang 4 ton 1 engkel, 1 juta ongkos mobil dengan pembelian Kol 500 rupiah/ Kg.

“Penjualan di pasar 2000 rupiah belum yang lain lain.Maka habis di pakai biaya mobil juga,” kata Sutisna. 

Sampai berita ini diturunkan Disperindag Kab Bandung belum dikonfirmasi terkait anjloknya harga sayur mayur di Pangalengan yang di keluhkan petani. (Yat) Editor:Nas

Baca Lainnya

Kominfo Jatim Gandeng Universitas Dinamika Surabaya, Genjot Talenta Digital dan Keamanan Informasi

3 Maret 2026 - 19:14

PLN Lakukan Perbaikan Hotspot Contact Finger PMS di Gardu Induk 150 kV Cilegon Baru

3 Maret 2026 - 19:03

Dorong Daya Saing Global, Pemkab Jepara Resmikan Kartu Mebel dan Berangkatkan IKM ke IFEX 2026.

3 Maret 2026 - 04:37

Resmi Tembus Probolinggo, Commuter Line Supas Perkuat Aglomerasi Surabaya Raya

2 Maret 2026 - 21:09

News Trending DAERAH