Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Peusaba Aceh Kecam Pemindahan Situs Sejarah Makam Kuno di Palembang

LOGOS TNbadge-check


					Peusaba Aceh Kecam Pemindahan Situs Sejarah Makam Kuno di Palembang Perbesar

TN.ACEH l — Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman mengaku terkejut dengan pemindahan nisan makam kuno di Palembang. Ketua Peusaba mengecam perlakuan tersebut.

Seperti diketahui beberapa situs sejarah makam berbatu nisan kuno, ditemukan pekerja PT Waskita Karya saat mengerjakan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang. Setelah sebelumnya ada usaha untuk menutupi penemuan situs sejarah tersebut, nisan-nisan kuno itu akhirnya dicabut dan dipindahkan oleh Dinas Kebudayaan Palembang dan Arkeolog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Senin (17/1/2022).

“Seharusnya Situs Sejarah Makam Kuno dibiarkan tetap berada ditempatnya. Namun yang terjadi nisan malah dicabut dan dipindahkan, dan lebih parah lagi disetujui oleh arkeolog, agar proyek IPAL dapat dilanjutkan. Setelah nisan kuno dicabut, makamnya dibiarkan hilang dijadikan proyek IPAL Ini adalah tindakan tidak beradab yang memalukan,” tegas Mawardi.

“Kenapa sampai harus mencopot nisan kuno dari kerajaan Palembang, dan menghinakan makamnya, padahal keberadaan situs sejarah sangat penting bagi sejarah perjalanan bangsa,” kata Mawardi lagi.

Peusaba meminta dengan tegas agar nisan dikembalikan ke tempat semula, dan proyek IPAL dipindahkan ke tempat lain.

Ketua Peusaba menjelaskan bahwa kesultanan Aceh Darussalam memiliki hubungan yang akrab dengan kesultanan Palembang. Bahkan hubungan telah terbina jauh sejak era Kesultanan Lamuri dengan Kerajaan Sriwijaya. Karena itu Peusaba meminta nisan itu dikembalikan ketempatnya, dan makam dipugar kembali seperti sedia kala sebagai Cagar Budaya.

Ketua Peusaba mengaku heran kenapa proyek IPAL banyak menghancurkan situs sejarah Islam. Bahkan di Aceh, di kawasan Gampong Pande, proyek IPAL sengaja dibangun untuk merusak kawasan Titik Nol Kesultanan Aceh Darussalam, dan memusnahkan makam keluarga Kesultanan Aceh Darussalam, sama seperti yang terjadi di Palembang hari ini.*** (gam)

Baca Lainnya

Polisi Amankan Tas Pemudik yang Tertinggal di Rest Area 319B Pemalang

24 Maret 2026 - 19:19

Hari Raya Idul Fitri, Bupati Subandi Ajak Warga Sidoarjo Perkuat Silaturahmi dan Saling Memaafkan

21 Maret 2026 - 21:51

Konflik Timur Tengah Memanas, BP3MI Jatim Siagakan Satgas 24 Jam dan Antisipasi Lonjakan Kepulangan PMI

21 Maret 2026 - 21:46

Pastikan Arus Mudik Aman dan Terkendali, Bupati Bersama Forkopimda Sidoarjo Sidak Pos Pengamanan Malam Idul Fitri

21 Maret 2026 - 21:42

News Trending DAERAH