Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

EKBIS

PKKPBI ITS Berdayakan Bumdes Mulai Pertanian Hingga Pariwisata di Jawa Timur

LOGOS TNbadge-check


					PKKPBI ITS Berdayakan Bumdes Mulai Pertanian Hingga Pariwisata di Jawa Timur Perbesar

Mojokerto, Transnews.co.id-Pembangunan Desa merupakan ujung tombak pembangunan bangsa dan negara. Apabila pengelolaan Desa baik, maka baik pula suatu Bangsa dan Negara.

Pernyataan tersebut terungkap dalam pertemuan bisnis (Busines Meteeng) yang diselenggaran oleh Pusat Kajian Kebijakan Publik Bisnis dan Industri (PKKPBI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Senin (8/2/2021).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata lembah mbencirang, Desa Kebon Tunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto tersebut dihadiri oleh Sekretaris Tim One Pesantren One Produk (OPOP) Jawa Timur, M Ghofirin, dan Kepala Desa Kebon Tunggul, Siandi.

Dalam kesempatan tersebut, Kades Kebon Tunggul Siandi, menyatakan bahwa pembangunan Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) harus terus ditingkatkan.

“Alhamdulillah, Desa kebon Tunggul ini sudah punya destinasi wisata yang luar biasa, dan terus akan ditingkatkan” terang Siandi.

Lebih lanjut Siandi menyampaikan bahwa Bumdesa Gajah Mada Desa Kebontunggul sudah mengembangkan berbagai usaha baik di sektor pertanian, peternakan dan wisata.

M. Ghofirin, Sekjen OPOP Jatim menyambut gembira kegiatan ini. Business Meeting ini sangat dibutuhkan dan pas banget dengan visi misi opop. Tujuan OPOP kan ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren

“Jadi sinegi Bumdesa dan OPOP adalah sebuah keniscayaan,”ucap Ghofirin yang juga menjadi Dosen di Universitas NU Surabaya.

Acara yang baru pertama kali dihadiri Tim OPOP Jatim ini, diselenggarakan dengan tujuan membangun kolaborasi pentahelix, yaitu dari unsur Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media.

Arman Nasution, unsur Akademisi dari ITS mengklaim upaya ini adalah hal nyata yang ingin dibangun untuk memajukan Bumdesa di Jawa Timur.

“Melalui pertemuan ini, saya yakin Bumdesa akan semakin Jaya, ujung-ujungnya masyarakat sejahtera” ucap Arman yang juga menjabat sebagai Ketua PKKPBI ITS.

Sebagaimana sering disampaikan oleh Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjalankan Program OPOP dengan Tiga Pilar, yaitu Santripreneur, Pesantrenpreneur dan Sosiopreneur. (Hadi). Editor:Nas

Baca Lainnya

Festival Musik Patrol Sidoarjo 2026 Meriah, Grup Coba Lagi Sedati Raih Piala Bergilir Bupati

16 Maret 2026 - 04:20

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Pastikan Pengamanan Mudik Lebaran 2026 di Terminal Purabaya Berjalan Optimal 

16 Maret 2026 - 04:17

Khatmil Qur’an Pemprov Jatim, Khofifah Ajak Perkuat Ibadah dan Pengabdian untuk Masyarakat

14 Maret 2026 - 22:30

Wujudkan Kepedulian di Bulan Ramadhan, GWS Jepara Gelar Aksi Berbagi Takjil

14 Maret 2026 - 01:05

News Trending DAERAH