Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Presiden Jokowi Hadiri Acara MEF 2021 Secara Virtual

LOGOS TNbadge-check


					Presiden Jokowi Hadiri Acara MEF 2021 Secara Virtual Perbesar

Jakarta, Transnews.co.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi satu dari sepuluh kepala negara atau kepala pemerintahan yang mengikuti Major of Economies Forum on Energy and Climate (MEF) 2021 yang digelar secara virtual, Jumat (17/09/2021).

Dari Istana Kepresidenan Bogor, Presiden mengikuti forum yang berisi negara-negara utama dalam pembahasan tentang energi dan perubahan iklim tersebut.

“Presiden Amerika [Serikat] Joe Biden telah mengundang sejumlah negara-negara utama untuk hadir pada pertemuan ini dan pada kesempatan malam ini Bapak Presiden adalah salah satu dari hanya sepuluh kepala pemerintahan lainnya yang hadir dan berbicara dalam pertemuan melalui virtual setting,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar, seusai mendampingi Presiden dalam acara tersebut.

Selain kepala negara/kepala pemerintahan, forum ini juga dihadiri oleh sejumlah organisasi multilateral. “Selain sepuluh kepala pemerintahan, ada juga Presiden Komisi Eropa, Presiden Dewan Eropa, serta Sekretaris Jenderal PBB,” ungkap Mahendra.

Pertemuan MEF bertujuan untuk menggalang kerja sama negara-negara utama untuk langkah-langkah konkret yang ambisius untuk mewujudkan ambisi ataupun target dari pertemuan Conference of Parties (COP26) di Glasgow bulan November mendatang.

Menurut Wamenlu, tujuan secara spesifik adalah memastikan bahwa perubahan suhu dunia tidak melebihi satu setengah derajat celsius. Dalam konteks tersebut, yang menjadi satu fokus utama adalah penyampaian Nationally Determined Contribution (NDC), yaitu komitmen masing-masing negara yang disampaikan dalam kerangka rencana program dan tujuan untuk mengatasi perubahan iklim.

Secara khusus sesuai dengan fokus dari pertemuan malam ini adalah terkait dengan transisi ke energi baru dan terbarukan. Selain itu, Presiden Biden juga mengundang para peserta yang hadir pada pertemuan ini untuk mendukung global methane pledge, yaitu kesepakatan atau suatu janji bersama untuk juga mengatasi emisi yang disebabkan oleh gas metan.

“Terkait dengan global methane pledge yang merupakan usulan dan permintaan dukungan dari Presiden Biden, Bapak Presiden menyampaikan secara umum mendukung langkah tadi dengan menyarankan agar seluruh prosesnya dilakukan secara terbuka melalui mekanisme yang transparan dan bersifat partisipatif. Dalam konteks Indonesia sendiri, penurunan gas metan sudah dicakup di dalam NDC Indonesia yang juga sudah di-update dan disampaikan kepada PBB ataupun UNFCCC,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dan Wamenlu Mahendra Siregar. (Dilansir dari situs resmi Sekretariat Kabinet)

Baca Lainnya

Perkuat Keandalan Pasokan Listrik Kawasan Strategis Jakarta, PLN Rampungkan Penggantian Transformator di GIS 150 kV Danayasa

12 Juli 2026 - 18:22

BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket Jumat Berkah ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta

11 Juli 2026 - 18:42

Dari Listrik untuk Kehidupan, PLN Bekali Warga dengan Keterampilan Digital Masa Depan

9 Juli 2026 - 14:49

SWI Pusat Audiensi Dengan Dewan Pers, Bahas Standar Organisasi dan Validitas Anggota

8 Juli 2026 - 06:33

News Trending NASIONAL