Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Prodi Magister Kenotariatan Jayabaya Gelar Seminar Nasional

LOGOS TNbadge-check


					Foto bersama peserta seminar nasional pascasarjana magister kenotariatan universitas jayabaya jakarta Perbesar

Foto bersama peserta seminar nasional pascasarjana magister kenotariatan universitas jayabaya jakarta

JAKARTA, transnews.co.id – Program Studi Pascasarjana Kenotariatan Universitas Jayabaya menggelar Seminar Nasional dengan tema “Investasi Melalui Badan Bank Tanah dan Sosialisasi Kedudukan Sertifikat Elektronik,” di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (15/06/2024).

Seminar dengan 400 peserta itu, menghadirkan Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang Kementrian ATR Hasan Basri Natamenggala, SH, MH., mewakili Menteri ATR/BPN RI H. Agus Harimurti Yudhoyono M. Sc., M.P. A., M.A., Kepala Divisi Perencanaan dan Perolehan Bank Tanah Badan Bank Tanah RI Dr. Yagus Suyadi, S.H., M.Si.

Kemudian, Deputi Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Drs. Iwan Suryana, MM., Kepala Subdirektorat Pemeliharaan Hak Atas Tanah dan Ruang Suratmin, S.H., M.H., Rektor Universitas Jayabaya Prof. Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.,H M.Hum., dan Direktur Pascasarjana Universitas Jayabaya Dr. H. Yuhelson, S.H., M.H., M.Kn.

Rektor Universitas Jayabaya Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.,H M.Hum., (tengah)

Rektor Universitas Jayabaya Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.,H M.Hum., (tengah)

Rektor Universitas Jayabaya Prof. Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.,H M.Hum., mengatakan pihaknya mensosialisasikan regulasi baru berkaitan dengan pertanahan yaitu soal kedudukan sertifikat elektronik.

“Jayabaya sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi, ingin mensosialisasikan regulasi berkaitan satu sistem bukti pertanahan dari sertifikat kertas menjadi digitalisasi yaitu dengan sistem elektronik,” ucapnya.

Direktur Pascasarjana Dr. H. Yuhelson, S.H., M.H., M.Kn., dalam sambutannya mengatakan, Badan Bank Tanah ini merupakan sebuah inovasi baru dari pemerintah RI.

“Tentu ini merupakan topik yang sangat menarik berkaitan dengan Bank Tanah dan kedudukan sertifikat elektronik di Indonesia.” ucapnya.

Ketua Pelaksana Seminar Nasional Pascasarjana Magister Kenotariatan Universitas Jayabaya, Putra

Ketua Pelaksana Seminar Nasional, Putra

Sementara, Ketua Pelaksana Seminar Nasional Putra Utomo menyampaikan, harapannya dari terselenggaranya seminar ini. Pertama, lanjutnya, tentunya untuk mengembangkan keilmuan dan wawasan terkait isu-isu terbaru kebijakan dari pemerintah.

“seorang notaris  harus mahir bagaimana mencari jalan keluar ketika ada hal yang dihadapi berkaitan dengan subjek hukumnya. Misalnya perseroan terbatas berkaitan dengan investasi, KBLI, itu semua dibawah naungan BKPM. Tentunya notaris wajib mengedukasi masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai.

Peserta Seminar Nasional Pascasarjana Magister Kenotariatan Universitas Jayabaya

Peserta Seminar Nasional Pascasarjana Magister Kenotariatan Universitas Jayabaya

Salah satu peserta, Leni Novita Sari mahasiswi pascasarjana magister kenotaritan Universitas Jayabaya, mengatakan seminar ini sangat menambah wawasan berinvestasi melalui Badan Tanah dan kedudukan sertifikat elektronik.

“Kebetulan saya bekerja di salah satu Bank BUMN sehingga seminar ini sangat perlu untuk mengetahui manfaat kedepannya agar wawasan kita juga bertambah,” ujarnya.

Badan Bank Tanah

Pemerintah membentuk Badan Bank Tanah yang bertanggungjawab kepada Presiden melalui komite, sebagai badan yang diberi wewenang khusus (sui generis) untuk menjamin ketersediaan tanah dalam rangka ekonomi yang berkeadilan untuk, kepentingan umum, kepentingan sosial, kepentingan pembangunan nasional, pemerataan ekonomi, konsolidasi lahan, dan reforma agraria.

Baca Lainnya

Revolusi Museum Sangiran: Dr. Sudibyo “Hidupkan” Fosil Lewat Teknologi Imersif dan Bit Arrangement

7 Maret 2026 - 03:28

Wujudkan Zero Narkoba Polres Jember Test Urine Bagi Para Perwira

7 Maret 2026 - 03:21

Ramadan Penuh Kebersamaan, Ormas PROGIB DPC Jepara Bagikan 1500 Takjil

7 Maret 2026 - 03:17

Kunjungi Pameran IFEX 2026, Ketua DPRD: Momentum Perluas Akses Pasar Global Furniture Jepara

7 Maret 2026 - 03:11

News Trending EKBIS