BANYUWANGI, transnews.co.id – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Jember, Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Tutut Putro Tri Wicaksono, S.T., M.T., menyampaikan bahwa realisasi progres fisik pekerjaan pelebaran jalan menuju standar di ruas Buduan – Batas Kabupaten Bondowoso hingga Minggu ke-19 Agustus 2025 mencapai 7,40 persen.
“Sedangkan rencana kemajuan fisik pekerjaan sebesar 5,14 persen, sehingga deviasi mencapai 2,25 persen,” terang Tutut.
Ia menjelaskan, kegiatan pemeliharaan berkala pada ruas Buduan – Batas Kabupaten Bondowoso (Link 35.061) tersebut bersumber dari DPPA SKPD Dinas PU Bina Marga Jawa Timur Tahun Anggaran 2025. Adapun kontrak dimulai pada 1 Juli 2025 dengan penyedia jasa PT Tectona Grandis senilai Rp 11,799 miliar.

“Masa pelaksanaan pekerjaan selama 165 hari kalender, yakni sejak 2 Juli 2025 hingga 13 Desember 2025, dengan masa pemeliharaan 365 hari,” jelasnya.
Menurut Tutut, hingga saat ini progres fisik di lapangan on the track bahkan lebih cepat 2 persen dari target. Adapun lingkup pekerjaan mayor meliputi pelebaran bahu jalan dengan beton serta pembangunan dinding penahan tanah menggunakan pasangan batu. Panjang jalan yang ditangani mencapai 6,25 kilometer.

Progres Pelebaran Jalan Buduan – Batas Bondowoso Capai 7,40 Persen
Lebih lanjut, Tutut menuturkan bahwa arus lalu lintas di Situbondo tidak seramai Banyuwangi, mengingat di Banyuwangi banyak event dan festival pemerintah daerah yang rutin digelar.
Namun, sejak Jalur Gumitir ditutup total, arus kendaraan beralih ke jalan provinsi sebagai jalur alternatif, sehingga berdampak pada meningkatnya beban lalu lintas di ruas yang sedang dikerjakan.
“Mobilisasi truk proyek Tol Probowangi yang mengambil material batu juga melewati ruas jalan kami,” katanya.
Di akhir penjelasannya, Tutut mengungkapkan bahwa pembangunan Tol Probowangi dari arah Surabaya saat ini sudah mencapai wilayah sebelum Buduan.
Jika tol tersebut selesai dan beroperasi, maka masyarakat Jember yang akan ke Surabaya kemungkinan besar memilih jalur Bondowoso–Situbondo untuk langsung masuk tol, bukan lagi melewati Lumajang.
“Karena itu, jalan di wilayah kami juga harus dipersiapkan agar mampu menampung beban lalu lintas yang lebih padat,”
“Dengan kata lain, jika Tol Probowangi selesai, maka jalan Buduan–Situbondo siap berfungsi sebagai penyangga utama jalan tol tersebut,” tandasnya.











