Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

ENTERTAINMENT

Puisi sebagai Diplomasi Budaya Indonesia, Halimah Munawir Luncurkan Keagungan Kota Suci di Kairo

badge-check


					Puisi sebagai Diplomasi Budaya Indonesia, Halimah Munawir Luncurkan Keagungan Kota Suci di Kairo Perbesar

KAIRO, — Peluncuran buku puisi Keagungan Kota Suci karya sastrawan Indonesia Halimah Munawir di Kairo, Mesir, Kamis (29/1/2026), menjadi bagian dari praktik diplomasi budaya Indonesia melalui sastra. Karya tersebut diterbitkan oleh penerbit Mesir Dar El Sholeh dan mempertemukan nilai spiritual Indonesia dengan ruang budaya dunia Arab.

Acara peluncuran buku itu dibuka oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Abdul Muta’ali, Ph.D. Dalam sambutannya, Abdul Muta’ali menegaskan bahwa sastra memiliki posisi penting sebagai jembatan dialog antarbangsa, terutama dalam membangun pemahaman lintas budaya berbasis nilai kemanusiaan dan spiritualitas.

“Diplomasi budaya tidak selalu berbentuk pertunjukan atau pameran. Sastra justru bekerja lebih dalam, menyentuh kesadaran dan cara pandang pembacanya,” ujar Abdul Muta’ali.

Buku Keagungan Kota Suci memuat 45 puisi yang ditulis dalam empat bahasa: Sunda, Indonesia, Inggris, dan Arab. Penggunaan empat bahasa tersebut dipandang sebagai strategi kebudayaan untuk merawat bahasa ibu sekaligus membuka ruang perjumpaan dengan pembaca global, khususnya masyarakat Mesir dan dunia Arab.

Halimah mengatakan, buku tersebut lahir dari pengalaman spiritualnya saat menunaikan ibadah umrah pada November 2025. Puisi-puisi yang ditulisnya menjadi refleksi atas relasi manusia dengan Tuhan (habluminallah) dan relasi antarmanusia (habluminannas). “Puisi bagi saya adalah bahasa batin yang paling jujur untuk merespons keagungan Tanah Suci,” kata Halimah.

Jumlah 45 puisi dalam buku ini memiliki makna simbolik. Halimah merujuk pada penafsiran ulama kharismatik Mbah Moen, yang memaknai angka empat sebagai pilar kebangsaan dan angka lima sebagai rukun Islam. Ia juga mengaitkannya dengan Surat Al-Jatsiyah, yang berbicara tentang tanda-tanda kebesaran Tuhan dan kesadaran manusia akan hari kebangkitan.

Tema kerinduan terhadap Tanah Haram menjadi benang merah buku tersebut. Halimah merekam perjalanan spiritual panjangnya sejak pertama kali berhaji pada 1995 hingga berulang kali menunaikan umrah. Umrah pada 2025 ia sebut sebagai pengalaman panggilan Ilahi setelah rencana sejak 2023 berulang kali tertunda.

Penerbit Dar El Sholeh tertarik menerbitkan Keagungan Kota Suci karena konsistensi Halimah mengangkat spiritualitas dan kearifan lokal Indonesia dengan pendekatan universal. Melalui puisi-puisi tersebut, nilai-nilai budaya Indonesia hadir sebagai bagian dari wacana global tentang ketuhanan, kemanusiaan, dan perenungan batin.

Dalam kesempatan itu, Halimah yang juga Ketua Umum Obor Sastra Indonesia menyampaikan terima kasih kepada keluarga yang terlibat dalam proses kreatif, termasuk suaminya Muchammad Munawir serta anak-anaknya yang berkontribusi dalam desain sampul buku. Ia juga mengapresiasi para akademisi dan tokoh sastra yang memberikan pengantar dan testimoni, antara lain Prof. Dadang Kahmad, Prof. Ganjar Kurnia, dan Denny JA.

Peluncuran Keagungan Kota Suci di Kairo menegaskan peran sastra sebagai medium diplomasi budaya Indonesia—bukan hanya memperkenalkan karya, tetapi juga menghadirkan cara pandang dan nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia di ruang internasional. *** (Dimas)

Baca Lainnya

Rayakan HUT Ke-2, Komunitas Jurnalis Depok: Perkuat Silahturahmi dan Kolaborasi

24 Januari 2026 - 17:07

Rayakan HUT Ke-2, Komunitas Jurnalis Depok: Perkuat Silahturahmi dan Kolaborasi

Antisipasi Lonjakan Mudik, KAI Daop 8 Surabaya Jual Tiket Lebaran Mulai 25 Januari

23 Januari 2026 - 20:36

Antisipasi Lonjakan Mudik, KAI Daop 8 Surabaya Jual Tiket Lebaran Mulai 25 Januari

Pemkab Sidoarjo Akan Bangun Kawasan Wisata Mangrov

8 Januari 2026 - 21:18

Pemkab Sidoarjo Akan Bangun Kawasan Wisata Mangrov

Ofero Luncurkan Stareer 5 Lit Sebagai Flagship Utama Sepeda Listrik

8 Januari 2026 - 14:49

Ofero Luncurkan PStareer 5 Lit Sebagai Flasgship Utama Sepeda Listrik
News Trending EKBIS