Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

EKBIS

Puncak Peringatan Hari Anak Nasional, Srikandi PLN UIT JBB Gagas Kids Go To Museum

badge-check


					Puncak Peringatan Hari Anak Nasional, Srikandi PLN UIT JBB Gagas Kids Go To Museum Perbesar

Jakarta – Setelah sebelumnya berhasil dengan program Srikandi Goes To School, kini Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) kembali menjalankan program Kids Go To Museum Listrik dan Energi Baru (MLEB) yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Kids Go To Museum adalah program Srikandi PLN UIT JBB dalam rangka mengenalkan anak-anak kepada sejarah tentang kelistrikan yang ada di Indonesia.

Program Kids Go To Museum dari Srikandi PLN UIT JBB juga merupakan penutup dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli tiap tahunnya.

General Manager PLN UIT JBB, Jarot Setyawan mengatakan program Kids Go To Museum perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Ia katakan, era digitalisasi tidak melulu membuat pengetahuan nyata terhapus.

“Meski semua pengetahuan tentang listrik tersedia dalam dunia digital, tapi pengetahuan atau pembelajaran secara langsung harus tetap diterapkan, terutama untuk kaum anak-anak,” kata Jarot dalam keterangan resminya.

Jarot juga menekankan betapa pentingnya anak-anak belajar ilmu pengetahuan secara langsung, begitupun ilmu tentang kelistrikan. Hal itu ia jelaskan agar dunia digital tidak serta merta menyita waktu sang anak.

Karena kata Jarot, kehilangan dunia belajar sambil bermain bisa membahayakan mental dan psikologis sang anak. Karenanya, ia sangat mengapresiasi program Kids Go To Museum itu.

“Dunia digital merupakan penjara bagi anak-anak dimana saat ini banyak yang sudah kecanduan bermain gadget. Fungsi gadget yang tidak sesuai harus segera kita batasi,” pungkas Jarot.

Ketua Srikandi PLN UIT JBB, Nenny Marhayani mengamini pernyataan Jarot Setyawan bahwa Program Kids Go To Museum adalah salah satu cara PLN membuktikan kepeduliannya kepada kaum anak.

Nenny juga menjelaskan puluhan peserta Kids Go To Museum merupakan siswa dari lima sekolah yang telah mendapatkan sosialisasi tentang kelistrikan pada program sebelumnya, yaitu Srikandi Goes To School.

“Pesertanya merupakan siswa dari 5 sekolah dasar yang kemarin telah kami berikan sosialisasi tentang kelistrikan pada momen Hari Anak Nasional,” ujar Nenny.

Nenny berharap dari sekian banyak peserta Kids Go To Museum, nantinya akan ada satu atau lebih yang akan menjadi tenaga ahli dalam dunia kelistrikan Indonesia.

“Semoga pengetahuan dasar yang kami berikan ini mampu menarik minat sebagian anak hingga menjadi tenaga ahli dalam kelistrikan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Baca Lainnya

PLN Lakukan Perbaikan Hotspot Contact Finger PMS di Gardu Induk 150 kV Cilegon Baru

3 Maret 2026 - 19:03

Peluang Sinergi Strategis SWI dan BAZNAS Republik Indonesia untuk Dakwah Zakat Nasional

3 Maret 2026 - 17:30

Jaga Keandalan Listrik Selama Ramadhan, PLN Lakukan Thermovisi pada Jalur Transmisi Depok–Cawang

2 Maret 2026 - 19:02

Baru Seumur Jagung, Edmond Johan Dikabarkan Diberhentikan sebagai Plt/Pjs Ketua Kadin Kota Depok

26 Februari 2026 - 23:15

News Trending DEPOK