Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Sarah Avilia akan Balas Diskriminasi Pengrov Jabar dengan Prestasi

Avatar photobadge-check


					Sarah Avilia akan Balas Diskriminasi Pengrov Jabar dengan Prestasi Perbesar

Bekasi, Transnews.co.id – Atlet Muaythai kebanggaan Indonesia asal Kabupaten Bekasi, Sarah Avilia mengaku siap menghadapi Raja Izati Nabiha Raja Anuar pada ajang internasional F3 Strike Malaysia pada 12 Oktober 2025.

Pernyataan itu diutarakan ibunda Sarah Avilia, Septea Ruliawaty melalui keterangan resminya yang dikeluarkan pada Rabu (17/9/2025).

“Semoga hasil positif dapat kita raih pada pertandingan kali ini. Niat kami adalah mengharumkan nama Indonesia, dan Kabupaten Bekasi di kancah internasional,” ujarnya.

Optimisme itu ditunjukkan keluarga Sarah Avilia yang belakangan diketahui mendapatkan aksi diskriminasi dari Pengurus Daerah (Pengda) Muaythai Jawa Barat, Pengprov Jabar.

Septea mengatakan pencapaian terbaik optimis didapatkan untuk membalas perlakuan buruk Pengda Jabar Muaythai terhadap putrinya.

“Saya ibunya, optimis Sarah Avilia akan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Harapan dan asa juga datang dari Kabupaten Bekasi, itu kepercayaan yang tidak dapat diukur oleh apapun,” jelas Septea.

Dikatakan Septea, polemik yang terjadi tidak akan menurunkan tekad Sarah Avilia memberikan yang terbaik untuk bangsa. Tuduhan yang tidak mendasar terhadap putrinya juga akan dibuktikan dengan prestasi gemilang.

“Jika Pengda Muaythai Jawa Barat tidak peduli akan prestasi Sarah Avilia, kami yakin masih ada jutaan rakyat Indonesia yang mendoakan, kami tidak takut didiskriminasi,” bebernya.

Septea juga menerka selama ini banyak atlet berprestasi yang kariernya terhambat akibat ketidakpedulian Pengprov Jabar terhadap pembinaan atlet.

“Kami menduga banyak atlet yang kariernya hancur akibat kelalaian pengurus olahraga tingkat provinsi. Dengan langkah ini, kami berharap adik-adik atlet tidak takut bersuara jika mengalami tindak diskriminasi serupa,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Dompet Dhuafa Terima Penghargaan Bergengsi di Ajang Digital Innovation 2026

29 Januari 2026 - 14:51

Dompet Dhuafa Terima Penghargaan Bergengsi di Ajang Digital Innovation 2026

Gandeng LUKW UMJ, SWI Siap Gelar Uji Kompetensi Wartawan di Berbagai Daerah

28 Januari 2026 - 21:22

Gandeng LUKW UMJ, SWI Siap Gelar Uji Kompetensi Wartawan di Berbagai Daerah

PLN Rampungkan Recovery IBT 4 GITET 500 kV Cilegon Baru, Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan

28 Januari 2026 - 16:56

PLN Siaga Banjir, GISTET Kembangan Tetap Beroperasi Normal

27 Januari 2026 - 17:14

News Trending EKBIS