Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Sarah Avilia Siap Tampil di F3 Strike Malaysia

Avatar photobadge-check


					Sarah Avilia Siap Tampil di F3 Strike Malaysia Perbesar

Bekasi, Transnews.co.id – Sarah Avilia, atlet Muaythai kebanggaan Kabupaten Bekasi, akan bertanding di ajang internasional F3 Strike Malaysia pada 12 Oktober 2025.

Pada laga tersebut, ia akan menantang Raja Izati Nabiha Raja Anuar, peraih medali emas kategori 42–45 kg putri pada SUKMA 2024 mewakili Perak.

Septea Ruliawaty, ibunda Sarah Avilia, menegaskan bahwa putrinya akan membawa nama baik Indonesia sekaligus Kabupaten Bekasi.

“Semoga hasil positif dapat kita raih pada pertandingan kali ini. Niat kami adalah mengharumkan nama Indonesia, dan Kabupaten Bekasi di kancah internasional,” ujarnya.

Dukungan penuh diberikan Pengcab Muaythai Kabupaten Bekasi setelah Sarah resmi dimutasi dari Kota Bekasi ke Kabupaten Bekasi. Mutasi tersebut telah sah sesuai melalui Surat SK KONI Jawa Barat no 67, yang memastikan status Sarah sebagai atlet Kabupaten Bekasi dan ujar Septea sempat bertanya dengan Ketum KONI Jabar,bidang hukum KONI Jabar,dan bidan prestasi Cabor Muaythai KONI Jabar perpindahan Sarah sudah sudah selesai.

Namun, persoalan muncul ketika Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat tetap mengklaim Sarah sebagai atlet binaan pengcab Muaythai kota Bekasi,Dualisme klaim ini bahkan berdampak pada pencekalan Sarah dalam beberapa ajang internasional dan di keluar surat Deskresi Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat no 116/Pengprov -MI/ JBR/VIII/ 2025

Septea menilai adanya perlakuan diskriminatif dari PengProv Muaythai Jawa Barat terkait mutasi putrinya.

“Kalau mutasi sah saja tidak diakui, lalu aturan untuk siapa? Anak saya yang jelas punya SK atlet sah dari pengunduran diri dari KONI kota Bekasi dan KONI kabupaten Bekasi telah memberikan Surat keterangan sah atlet muaythai kabupaten Bekasi,Sarah Avilia telah menandatangani fakta integritas resmi di kabupaten Bekasi,malah dilarang bertanding. Tapi atlet lain yang mutasinya tidak jelas tetap bisa bertanding. Itu diskriminasi,” tegasnya,dan masih banyak lagi permasalahan Diskriminasi dan Fitnah yang di alami oleh atlet Sarah Avilia.

Meski menghadapi polemik, Septea tetap optimistis bahwa Sarah mampu menunjukkan performa terbaik pada Oktober mendatang.

Ia menekankan bahwa dukungan masyarakat dan Pengcab Muaythai Kabupaten Bekasi dan KONI kabupaten Bekasi menjadi energi positif untuk putrinya.

Partisipasi Sarah Avilia dalam F3 Strike Malaysia 2025 bukan hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan atlet Muaythai asal Kabupaten Bekasi di level internasional, tetapi juga momentum melawan dugaan diskriminasi yang dialaminya. Keluarga dan masyarakat berharap ia mampu mengharumkan nama Indonesia.

Baca Lainnya

Pengamanan Obvitnas PLN UPT Cikupa Siaga Jelang Libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H

19 Maret 2026 - 22:12

Menakar Implikasi Konflik Timur Tengah, Pakar UPER: Saatnya Indonesia Mandiri Teknologi dan Energi

11 Maret 2026 - 16:39

BRI BO Bekasi Siliwangi Salurkan Bingkisan Ramadan

10 Maret 2026 - 15:51

BRI Tambun Bagikan Paket Sembako Untuk Korban Banjir Cabangbungin

10 Maret 2026 - 15:42

News Trending EKBIS