Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

EKBIS

Sektor Wisata Sumbang 740 Miliar PAD Kota Bandung

LOGOS TNbadge-check

Kota Bandung,Transnews- Wakil Walikota Bandung,Yana Mulyana, dihadapan pengurus Kompepar 2019-2024 yang baru dilantiknya,di Hotel Savoy Homan,Senin (11/11/19) mengungkapkan,sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kota Bandung.

“Setiap tahun, 33% pendapatan daerah atau sebesar Rp740 miliar bersumber dari aktivitas pariwisata, baik pajak hotel, hiburan, hingga restoran,”ungkap Yana.

Kata Yana, potensi pariwisata Kota Bandung memang tak pernah diragukan. Pada tahun 2018 saja, ada 7,5 juta wisatawan domestik dan 155 ribu wisatawan mancanegara yang berkunjung di Bandung.

“Mereka membelanjakan uangnya di Bandung rata-rata Rp1 juta per orang.Peluang tersebut tentu tak boleh disia-siakan,” ujar Yana.

Pemerintah Kota Bandung melalui Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar), yakni komunitas berbasis masyarakat di bidang pariwisata terus mengeksplorasi potensi wisata di Kota Bandung.

“Mereka bisa menggerakkan potensi pariwisata Kota Bandung. Rata-rata mereka adalah para pelaku pariwisata di wilayah-wilayah,” terangnya.

Menurut Yana, Kompepar memiliki kekuatan jejaring di 30 kecamatan di Kota Bandung. Kompepar di tingkat kecamatan rata-rata digerakkan oleh pengurus sebanyak 15-25 orang.

“Mereka bertugas mengakselerasi pemberdayaan potensi wisata di wilayahnya masing-masing,”pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Tantan Santana menerangkan, Kompepar merupakan jembatan yang memfasilitasi lokus-lokus wisata untuk saling berintegrasi. Sehingga bisa menjadi atraksi baru sesuai dengan ciri khas wilayahnya.

Setidaknya, para pengurus Kompepar harus membangun Sapta Pesona Pariwisata di setiap destinasi wisata. Mereka harus memastikan ketujuh nilai Sapta Pesona hadir untuk dirasakan para wisatawan.

“Ketujuh Sapta Pesona itu antara lain aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah-tamah, dan kenangan. Karena kalau liburan tanpa kenangan itu hampa. Maka kita harus hadirkan kenangan-kenangan yang positif bagi wisatawan yang datang ke Kota Bandung,” ujar Tantan.(Chryst)

Baca Lainnya

Semarak Ramadhan, Grup Senam Aerobik Saigo Jepara Gelar Buka Bersama untuk Pererat Silaturahmi

16 Maret 2026 - 21:52

Jelang Mudik Lebaran 2026, Wagub Emil Pastikan Infrastruktur Jatim Siap dan Layak Dilalui

16 Maret 2026 - 19:40

Basarnas Apresiasi Pemkab Sidoarjo atas Penanganan Runtuhnya Ponpes Al-Khoziny

16 Maret 2026 - 19:36

Festival Musik Patrol Sidoarjo 2026 Meriah, Grup Coba Lagi Sedati Raih Piala Bergilir Bupati

16 Maret 2026 - 04:20

News Trending DAERAH