Banten, Transnews.co.id — Semangat persatuan dan kolaborasi yang diwariskan melalui Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat pentingnya kerja bersama dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.
Semangat tersebut diwujudkan PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cilegon dengan memperkuat kesiapsiagaan dan penerapan manajemen risiko. Atas komitmen tersebut, PLN UPT Cilegon menerima Piagam Apresiasi Gubernur Banten sebagai Perusahaan Peduli Kesiapsiagaan Bencana.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Seminar Antisipasi Bencana Akibat Kegagalan Teknologi dan Pengurangan Risiko Bencana yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten.
Dalam kegiatan tersebut, PLN UPT Cilegon menerima apresiasi sebagai bentuk pengakuan atas kepedulian perusahaan dalam mendukung kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
General Manager PLN UIT JBB, Himmel Sihombing, mengapresiasi penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Banten sebagai “Perusahaan Peduli Kesiapsiagaan Bencana”.
Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi dorongan bagi PLN untuk terus memperkuat penerapan manajemen risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk risiko yang dapat berdampak pada infrastruktur ketenagalistrikan.
Pihaknya mengapresiasi penghargaan dari Pemerintah Provinsi Banten sebagai bentuk pengakuan atas komitmen PLN dalam mendukung kesiapsiagaan bencana. Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, tetapi juga motivasi untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan manajemen risiko secara konsisten.
“Dengan mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini, menyiapkan langkah mitigasi, serta memastikan kesiapan personel, kami berupaya meminimalkan dampak risiko dan menjaga keandalan penyaluran tenaga listrik. Semangat ini juga sejalan dengan nilai-nilai Hari Sumpah Pemuda, bahwa kolaborasi dan kepedulian bersama merupakan kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Himmel.
Manager PLN UPT Cilegon, Eka Annise Ambarani, menyampaikan bahwa apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memperkuat kesiapsiagaan dan budaya keselamatan dalam menjalankan operasional ketenagalistrikan.
“Apresiasi ini memacu kami untuk terus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat. Kami memastikan aspek keselamatan, mitigasi risiko, dan kesiapan personel menjadi bagian penting dalam setiap aktivitas operasional. Kolaborasi dengan BPBD dan pemangku kepentingan lainnya juga terus diperkuat agar langkah antisipasi dapat dilakukan secara terkoordinasi,” ungkap Eka.
Sebagai bagian dari infrastruktur strategis, sistem transmisi tenaga listrik membutuhkan pengelolaan risiko yang terencana dan berkelanjutan. Identifikasi potensi bahaya, penerapan prosedur keselamatan, peningkatan kompetensi personel, serta koordinasi dalam menghadapi kondisi darurat menjadi langkah penting untuk melindungi aset ketenagalistrikan dan menjaga keberlangsungan penyaluran listrik kepada masyarakat.
Sejalan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda, PLN UIT JBB melalui UPT Cilegon meyakini bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana membutuhkan persatuan, kepedulian, dan kolaborasi dari berbagai pihak.
Melalui penerapan manajemen risiko yang berkelanjutan dan sinergi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan, PLN terus berupaya melindungi infrastruktur ketenagalistrikan, meminimalkan dampak risiko bencana, dan menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.








Komentar ditutup.