Sempat Datangi Rumah Wartawan: Kades Wanasuka Pangalengan Bandung Klarifikasi Pemberitaan Penyaluran BLT DD

Bandung,transnews.co.id-Gegara simpang siur pemberitaan disalah satu media online, tentang penyaluran BLT DD tahun 2020, sehingga berujung rumah Wartawan didatangi warga,Kepala Desa Wanasuka Pangalengan Bandung Maman didampingi Ketua RW 4 Amin dan Ketua RW 6 Ade juga disaksikan oleh masyarakat, Jumat (9/4/2021) melakukan klarifikasi dan meluruskan.

Dalam pertemuan itu Kades Wanasuka Maman menjelaskan maksud dan tujuannya mendatangi rumah Wartawan (Wawan Hendi) yang berjumlah 7 orang termasuk dirinya tiada lain untuk meluruskan pemberitaan yang dimuat Wawan di media online.

“Tidak ada penekanan atau pengancaman kepada Wawan Hendi, karena para RW mendatangi Wawan sebab adanya pemberitaan yang tidak akurat,”ujar Maman.

Adanya pemberitaan itu,para RW merasa tertekan oleh Pemerintahan Desa dan pihak warga. Selain itu masyarakat juga menekan juga kepada para RW menayakan permasalahan uang BLT DD tahun 2020 yang sebenarnya uang itu di berikan kepada warga masyarakat Rp 600 ribu 3 kali.

“Rp 300 ribu 3 kli kemudian yang 18 orang Rp 300ribu 3 kali, untuk 74 KPM bukan untuk 130 KPM seperti yang di beritakan itu,”ungkapnya.

Kemudian kata Maman,yang menerima BLT DD adalah warga masyarakat Desa Wanasuka sendiri, tidak ada orang luar Desa Wanasuka,sebab warga masyarakat Desa Wanasuka sendiri masih banyak yang membutuhkan.

‘Bahkan warga dari pihak perkebunan kepada Pemerantah Desa sangat terimakasih ada bantuan BLT DD tersebut,”tuturnya.

Menanggapi hal itu Ketua Apdesi Kecamatan Pangalengan,Asep Hasan mengaku kaget adanya persoalan itu.

“Saya melihat Pemerintahan Desa dengan awak media sangat baik.Kami sangatlah kaget juga adanya pemberitaan ini,” ujar Asep.

Asep memberikan suport kepada Kepala Desa Wanasuka Maman. Dia punya hak jawab dan hak tolak dengan pemberitaan ini,”pungkasnya.

Ditempat terpisah Ketua DPW SWI Sekber Wartawan Indonesia Jawa Barat Asep D Nasrudin,S.Sos dihubungi via WA Jumat malam menyayangkan atas kejadian itu, apalagi gegara pemberitaan sampai 7 orang mendatangi rumah wartawan.

“Seharusnya jika memang berita itu tidak benar dibuatkan saja hak jawab,sesuai UU Pers 99,bukan mendatangi rumah wartawannya,”jelas Asep.

Namun demikian kata Asep,kepada rekan wartawan pun,jika menulis berita harus akurat data dan berimbang bukan asal tayang apalagi mengandung unsur fitnah didalamnya.

“Saya berharap kejadian serupa tidak terulang dikemudian hari,sebab Pers merupakan pilar kekuatan ke 4 di negara ini dan pemerintah adalah mitra,”tandasnya.(Yat)Editor:Nas

Loading

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/ atau berita tersebut di atas, Silahkan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagai-mana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com