Tegaskan Sejak 2004, Prabowo Ungkap Sistem Neo Liberal itu Keliru

  • Bagikan

Transnews- Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan kritik kepada Pemerintah Indonesia terkait dengan sistem ekonomi Neolib atau yang umum dikenal dengan kepanjangan Neo Liberal. Hal tetsebut disampaikannya kala memberikan sambutan pada Warga Kota Depok, Minggu (1/4/2018) yang berlokasi di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok.

Dituturkan olehnya kala itu, Sistem Ekonomi Neolib merupakan hal yang keliru dikarenakan seharusnya yang kaya dapat mengalirkan dananya ke bawah (Trickle Down).

“Tidak jadi masalah dalam hal ekonomi itu yang kaya hanya segelintir, mereka yang kaya 1% gak masalah. Karena menurut teori Neolib, mereka-mereka yang kaya maka dananya akan menetes ke bawah,” tuturnya.

Prabowo Subianto sangat menyayangkan ulah dari mereka yang “kaya” namun cenderung memilih untuk memperkaya diri sendiri secara lebih dan tidak meneteskannya ke bawah. Sehingga yang terjadi justru rakyat semakin tidak sejahtera.

“Letak masalahnya ada pada orang yang sudah kaya tetapi ingin terus memperkaya dirinya lagi secara lebih,” ucapnya.

Dirinya pun mengungkapkan bahwa hal tersebut telah dikatakannya sejak tahun 2004 silam, kala masih aktif sebagai bagian dari kepengurusan partai Golongan Karya (Golkar).

“Kala itu di saat saya masih aktif di Golkar, sudah sering saya katakan kalo Sistem Ekonomi Neo Liberal itu keliru, terbukti sudah gagal karena pada penerapannya tidak memberikan kesejahteraan bagi rakyat,” tutupnya. (Ib/Transnews)

 254 views

  • Bagikan

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com Terima kasih.