Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

HUKUM

Terbukti Terima Suap : Ex Bupati Cianjur Dituntut Vonis 8 Tahun Penjara

LOGOS TNbadge-check

Bandung, Transnews- Mantan Bupati Cianjur Irfan Rifano Mochtar, dituntut vonis dijatuhi hukuman 8 tahun penjara oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di PN Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Senin (5/8/19).

Irfan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi menerima gratifikasi. Jaksa menuntutnya dengan Pasal 12 huruf e Undang-undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa KPK, Ali Fikri menuntut, terdakwa Irfan Rivano Mochtar dijatuhi pidana selama delapan tahun.

” Menjatuhkan pidana tambahan Rp 900 juta. Menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun setelah Irfan menjalani pidana,” ujar Ali Fikri.

‎Jaksa juga meminta hakim memutus terdakwa lainnya dalam kasus ini, Kadisdik Cianjur Cecep Sobandi, Kabid SMP Rosidin dan TB Cepy Setiady, kakak ipar Irfan divonis bersalah.

Jaksa meminta hakim menjatuhkan pidana pada Cecep Sobandi empat tahun pidana penjara. Pidana denda Rp 300 juta subsidair 6 bulan. Pidana tambahan uang pengganti Rp 29 juta subsidair 6 bulan .

Lalu pada Rosidin jaksa menuntut agar dijatuhi pidana penjara selama lima tahun. Pidana denda Rp 300 juta subsidair kurungan 6 bulan.

Pada terdakwa TB Cepy Setyady, jaksa meminta agar dijatuhi selama tujuh tahun. Denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan. Pidana tambahan bayar uang pengganti Rp 309 juta.

Sidang dilanjutkan 14 Agustus dengan agenda pembelaan dari para terdakwa.

Dalam pertimbangannya, jaksa menyebut para terdakwa tidak mendukung kebijakan pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat pemerintah menganggarkan dana alokasi khusus (DAK) pisik SMP 2018 Rp 48,8 miliar un‎tuk Kabupaten Cianjur.(Nas)

Baca Lainnya

Asasta Raih Golden Trophy Dalam Ajang TOP BUMD Awards 2026

14 April 2026 - 09:57

Wabup Sidoarjo Takziah ke Rumah Duka Balita Korban Terseret Arus Sungai di Kalidawir

13 April 2026 - 20:22

Peneliti UPER Ungkap Rapuhnya Ekonomi Nelayan Teluk Aru Akibat Anomali Musim

13 April 2026 - 14:04

Perkuat Soliditas Organisasi, H. Muhamad Sholeh Resmi Pimpin DPD Projo Jawa Timur 2026-2031

12 April 2026 - 18:35

News Trending DAERAH