Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Tidak ada Akses Jalan, Warga Desa Segarjaya Terisolasi

LOGOS TNbadge-check


					Tanggul yang diklaim masuk lahan garapan oleh pengusaha tambak. (Yusup) Perbesar

Tanggul yang diklaim masuk lahan garapan oleh pengusaha tambak. (Yusup)

Karawang, Transnews.co.id – Warga Rt.013/03 Dusun (B) Karangmulya Desa Segarjaya Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang Jawabarat, yang berjumlah 60 kepala keluarga mengaku ketika ada warga yang meninggal,mau melahirkan dan sakit harus digendong.

Keadaan kehidupan warga setempat yang mayoritas sebagai petani padi, petambak serta menggantungkan hidupnya dari hasil laut,tidak hanya mayat warga dan yang mau melahirkan digendong.

“Anak-anak warga setempat manakala pergi ke sekolah harus berjalan kaki hingga 3 kilometer, menapaki jalan tanah dipinggiran empang.
Dan akan semakin sulit apabila dimusim penghujan jalanya licin, masyarakat nyaris lockdown tinggal di rumah tanpa melakukan aktivitas dan memiliki penghasilan,” Ungkap warga.

Masih menurut warga.Kesulitan dikarenakan bukan tidak memiliki area atau tanah untuk akses jalan, dari dulu area untuk pasilitas jalan sebagai fasilitas umum (FASUM) sudah ada.

Masalahnya lahan fasum untuk jalan diklaim oleh pengusaha tambak “Menurutnya Bahwa tanah untuk jalan (FASUM) termasuk lahan garapannya dengan beberapa alasan lainnya”

Sebenarnya, Bukan karena tidak ada perhatian pemerintah kabupaten dan Desa, ditahun 2021 Dua kali akan dibangun gagal.

Pertama akan dibangun Oleh pihak Pemda saat pelaksanaan mau dimulai lumpur Empang diangkat (Dicaer), Begitupun saat pemdes lewat Dana Desa juga sama Dicaer dan pada akhirnya dananya dialihkan ketitik yang lain.

Ironisnya pihak kehutanan Asper,RPH,Mandor yang notabene penguasa/doumenya atas lahan kehutanan yang menjadi otoritasnya tidak dapat mencarikan solusi serta melakukan untuk kepentingan orang banyak/masyarakat yang telah menempatkan kampung tersebut puluhan tahun,jauh sebelumnya tanah garapan dikuasai pengusaha tambak.

Masyarakat meminta Kepada Bapak Presiden RI, Menteri Yang Membidangi, Gubernur Jawabarat, Ombushman,Bupati Karawang, Camat Batujaya, Kades Segarjaya dan para pihak terkait lainnya agar turun kelapangan melakukan uji petik dan singkronisasi.

Manakala dibiarkan berpotensi masyarakat setempat akan terpuruk serta mengakibatkan perekonomian masyarakat Dusun (B) Karangmulya stak (tidak ada kemajuan/ tidak adanya peningkatan) bahkan nyaris terisolasi. Pinta warga.28/11-2021. (Yusup)

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

Jelang Lebaran 2026, Forkopimda Jepara Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman

17 Maret 2026 - 21:39

Semarak Ramadhan, Grup Senam Aerobik Saigo Jepara Gelar Buka Bersama untuk Pererat Silaturahmi

16 Maret 2026 - 21:52

News Trending DAERAH