Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Tirta Kahuripan Bogor: Kelder Air Mancur, Jejak Sejarah Distribusi Air Bersih

Avatar photobadge-check


					Tirta Kahuripan Bogor: Kelder Air Mancur, Jejak Sejarah Distribusi Air Bersih Perbesar

Tirta Kahuripan Bogor: Kelder Air Mancur, Jejak Sejarah Distribusi Air Bersih

BOGOR, transnews.co.id – Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Tedi Kurniawan, menegaskan bahwa Kelder Air Mancur adalah salah satu penanda penting dalam sejarah distribusi air bersih di Bogor.

Dibangun sejak tahun 1922, bangunan ini kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor.

Menurut Tedi, dahulu mata air Ciburial yang mengalir melalui Kelder Air Mancur mampu melayani wilayah yang cukup luas, mulai dari Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor hingga Jakarta.

Saat ini, alirannya difokuskan untuk masyarakat Kabupaten Bogor dan sebagian Kota Bogor melalui jaringan Tirta Kahuripan.

“Sejak awal, fungsi kelder adalah sebagai indikator ketinggian air sekaligus pengendali debit. Dari titik ini pula air dialirkan menuju Istana Bogor hingga Istana Jakarta, yang kemudian dikenal sebagai Overloop Kelder Obelisk,” ungkap Tedi di Bogor, Minggu.

Ia menambahkan, penetapan sebagai cagar budaya adalah cara untuk memastikan bangunan ini tetap terjaga, sekaligus menjadi bukti bahwa tata kelola air sudah diperhatikan sejak masa kolonial dan tetap relevan hingga sekarang.

Peresmian Kelder Air Mancur sebagai cagar budaya dilakukan bersama oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, ditandai dengan penandatanganan prasasti. Acara tersebut juga dihadiri jajaran Forkopimda Kota dan Kabupaten Bogor, DPRD Kabupaten Bogor, TNI-Polri, Perumda Tirta Kahuripan, serta masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menekankan bahwa Kelder Air Mancur bukan hanya bernilai sejarah, tetapi juga melambangkan sinergi antardaerah dalam menjaga warisan sekaligus sumber kehidupan.

“Dengan status cagar budaya, manfaatnya bisa terus dirasakan hingga anak cucu kita. Bangunan ini punya nilai sejarah, budaya, sekaligus peran besar dalam mendukung kehidupan masyarakat dan perekonomian,” ujar Rudy.

Senada, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata keterikatan sejarah antara Kota dan Kabupaten Bogor.

“Kelder Air Mancur adalah saksi perjalanan penyediaan air bersih untuk masyarakat,”

“Alhamdulillah, hingga hari ini bangunan ini masih berfungsi, dan kini resmi menyandang status sebagai cagar budaya,” kata Dedie.

Baca Lainnya

Ramadan Berkah: YGP Berikan Bantuan Kaki Palsu ke-43 Untuk Warga Sawah Besar

7 Maret 2026 - 19:11

Revolusi Museum Sangiran: Dr. Sudibyo “Hidupkan” Fosil Lewat Teknologi Imersif dan Bit Arrangement

7 Maret 2026 - 03:28

Wujudkan Zero Narkoba Polres Jember Test Urine Bagi Para Perwira

7 Maret 2026 - 03:21

Ramadan Penuh Kebersamaan, Ormas PROGIB DPC Jepara Bagikan 1500 Takjil

7 Maret 2026 - 03:17

News Trending DAERAH