Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Wabup Sidoarjo Kagumi Inovasi Eco Enzim Pemdes Setiagede

LOGOS TNbadge-check


					Wabup Sidoarjo Kagumi Inovasi Eco Enzim Pemdes Setiagede Perbesar

Wabup Sidoarjo Kagumi Inovasi Eco Enzim Pemdes Setiagede

SIDOARJO, transnews.co.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Sedatigede Kecamatan Sedati terus mengembangkan unit usaha BUMDes Berdikari Abadi miliknya.

Selain unit usaha Bank Sampah, saat ini BUMDes Berdikari Abadi sedang mengembangkan unit usaha budidaya lele.

Tidak tanggung-tanggung, mahasiswa ITS digandengnya untuk menciptakan pakan tambahan dari limbah sampah organik.

Hasilnya kulit buah nanas dan kulit semangka dapat diolah sebagai pakan tambahan ikan lele. Inovasi yang dinamakan Eco Enzim itu juga terbukti mampu mempercepat pertumbuhan ikan lele. Inovasi itu menarik perhatian Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana.

Pagi tadi, Kamis, (12/6), Wabup Mimik Idayana melihat langsung proses pembuatan Eco Enzim di BUMDes Berdikari Abadi.

Disitu juga ditunjukkan budidaya lele dengan tambahan pakan Eco Enzim dan tidak. Wabup Mimik Idayana kagum dengan inovasi tersebut. Selain murah, bahannya juga mudah didapat.

“Prosesnya piye iki?,”ucap Wabup Mimik Idayana kepada mahasiswa ITS pencipta Eco Enzim.

Dijelaskan bahwa bahan Eco Enzim murni dari bahan organik tanpa bahan kimia. Semua kulit buah dapat dimanfaatkan kecuali kulit buah durian dan salak.

Kulit-kulit buah tersebut cukup dicampur air dan gula jawa. Bahan-bahan tersebut kemudian dibiarkan berfermentasi selama 3 bulan dalam wadah tertutup. Namun seminggu sekali wadah itu dibuka untuk mengeluarkan gasnya.

“Ini perlu diketahui ibu-ibu,”ucap Wabup Mimik Idayana.

Wabup Mimik Idayana melihat proses pembuatan Eco Enzim sangat mudah. Bahkan ibu-ibu rumah tangga bisa membuatnya. Bahannya pun mudah didapat disekitar dapur. Selain itu ia melihat budidaya lele saat ini cukup mudah.

Tidak perlu lahan luas. Cukup menggunakan galon air mineral bekas sudah bisa memelihara lele. Ibu-ibu bisa melakukannya untuk menambah pendapatan keluarga.

“Jadi ibu-ibu rumah pun bisa memelihara ikan lele, tidak punya lahan masih bisa budidaya lele seperti ini,”ucap Wabup Mimik Idayana usai melihat hasil budidaya lele dalam galon air mineral yang dilakukan RT 3 RW 3 Desa Sedatigede yang ditunjukkan saat itu.

Dalam kesempatan itu Wabup Mimik Idayana berterimakasih atas inovasi Eco Enzim yang dibuat.

Menurutnya penggunaan bahan-bahan Eco Enzim mampu mengurangi timbunan sampah. Oleh karenanya inovasi Eco Enzim akan berperan mengatasi volume sampah.

“Eco Enzim bisa menjadi salah satu upaya mengurangi volume sampah di Sidoarjo,” tandasnya.

Baca Lainnya

Sinergi di Bulan Ramadan: BPJS Ketenagakerjaan Depok Pererat Silaturahmi dengan Agen Perisai

11 Maret 2026 - 22:19

Ketua DPRD Jepara Pimpin Langsung Pembagian Takjil untuk Masyarakat

11 Maret 2026 - 21:59

Menakar Implikasi Konflik Timur Tengah, Pakar UPER: Saatnya Indonesia Mandiri Teknologi dan Energi

11 Maret 2026 - 16:39

Peringati HUT Ke-45, Dirut Tirta Kahuripan: Fokus Digitalisasi dan Efisiensi Atasi Kehilangan Air

11 Maret 2026 - 16:18

News Trending EKBIS