Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Wagub Emil Dardak: Pemprov Jatim Belum Pastikan Gelar Mudik Gratis

LOGOS TNbadge-check


					Photo : Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak Perbesar

Photo : Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak

Surabaya, Transnews.co.id – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengaku, belum memastikan ada atau tidaknya mudik gratis pada lebaran Idul Fitri tahun ini. Mengingat program mudik gratis ini tidak dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur Tahun 2022.

“Kita sadar mudik tidak lagi dilarang, tetapi kita juga merancang anggaran, tahun lalu tanpa mengetahui apakah tahun ini kondisi Covid-19 masih memungkinkan atau tidak. Sehingga tentunya program ini masih belum dimasukkan di dalam anggaran APBD kita,” katanya, digedung negara Grahadi, Jumat (8/4/2022).

Lebih lanjut, Emil kembali menegaskan belum bisa memastikan tidak menggelar mudik gratis. Karena menurutnya partisipasi dari berbagai entitas bisa memungkinkan melakukan mudik gratis. “Hanya saja skalanya tidak semasif biasanya,” katanya.

Saat ditanya terkait antisipasi meningkatnya arus mudik lebaran, mantan Bupati Trenggalek ini mengatakan setiap tahun Pemprov Jatim memiliki posko mudik. Selain itu mudik kali ini ada kewajiban booster. Kemudian informasi yang kita dapat dari Polda misalnya adalah melakukan cek poin. “Tidak semuanya disekat tetapi sampling, tujuannya memastikan bahwa sudah terpenuhi persyaratan seperti booster dan sebagainya untuk mereka yang hendak berpergian untuk mudik,” terangnya.

Kemudian yang kedua titik-titik keramaian harus pasikan tidak terjadi overload, sehingga sangat riskan tidak ditutup. “Kita sangat menghindari ditutup tetapi bagaiman mengelola, ini tentunya perlu peran serta dari semua pihak untuk bisa menjaga. Karena kita tahu waktu mudik juga panjang jadi ini kesempatan bagi lokasi wisata untuk memperoleh perputaran ekonomi yang baik jangan sampai kemudian lepas kedali dalam hal risiko penyebaran Covid-19,” katanya.

Emil menambahkan, untuk infrastruktur persiapan mudik, berdasarkan janji Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur Bali kepada Gubernur Khofifah, H-10 jembatan ambles yang di Lamongan bisa selesai. “Selain itu jalan tol sudah berfungsi selayaknya dan tentunya ada pos pos mudik yang selalu disediakan untuk memastikan kelancaran lalu lintas,” pungkasnya. (hd)

Baca Lainnya

Polres Jepara Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Tindak Tegas Pelanggaran Lalu Lintas

1 Februari 2026 - 14:28

Polres Jepara Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Tindak Tegas Pelanggaran Lalu Lintas

Dukung Program MBG, Kapolres Jember Resmikan SPPG di Mayang

1 Februari 2026 - 10:45

Dukung Program MBG, Kapolres Jember Resmikan SPPG di Mayang

Jelang Bulan Ramadhan, Polres Jember Tingkatkan Pengawasan Distribusi Bahan Pokok

1 Februari 2026 - 10:41

Jelang Bulan Ramadhan, Polres Jember Tingkatkan Pengawasan Distribusi Bahan Pokok

Pelantikan 14 RT dan 4 RW Desa Sowan Lor Jepara, Camat Kedung Apresiasi Demokrasi Hingga Tingkat Terbawah

1 Februari 2026 - 07:16

Pelantikan 14 RT dan 4 RW Desa Sowan Lor Jepara, Camat Kedung Apresiasi Demokrasi Hingga Tingkat Terbawah
News Trending DAERAH