Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Wagub Jabar : Setiap Daerah di Jabar, Harus Ada SMK Pertanian

LOGOS TNbadge-check

TASIKMALAYA,Transnews – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Rhuzhanul Ulum kepada sejumlah media, usai membuka peringatan Hari Krida Pertanian ke- 47, di Tasikmalaya,Selasa lalu (16/7/19) mengatakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan memperbarui alat pertanian tradisional ke yang lebih modern.

” Pendirian SMK pertanian di seluruh kabupaten/kota pun diyakini dapat melahirkan para petani milenial,” Ujarnya.

Menurutnya, salah satu alasan anak muda tidak mau bertani karena enggan kotor dan malu. Karenanya, alat pertanian modern yang praktis dan efisien sangat dibutuhkan oleh mereka.Dengan alat moderen akan jadi daya tarik milenial masuk dunia pertanian.

” Kami akan berikan alat pertanian yang modern karena salah satu alasan anak muda tidak mau bertani karena takut kotor dan lainnya,” kata Uu.

Upaya lainnya,kata Uu, adalah membangun lebih banyak SMK pertanian. Rencananya, Pemdaprov Jabar akan membangun masing-masing satu SMK di tiap 27 kabupaten/kota di Jabar.

Menurut Uu, petani milenial juga perlu memahani ilmu dan penerapan teknologi pertanian sebagai bekal mereka.

” Setiap daerah di Jabar minimal harus ada satu SMK pertanian,” ujar Uu.

Jawa Barat sebagai lumbung padi nasional dan sudah mandiri pangan dapat menjadi daya tarik kaum milenial untuk terjun ke dunia pertanian.

Menurut Wagub, saat ini para petani umumnya berusia lanjut, untuk itu perlu ada regenerasi petani.Orang tua juga seharusnya bisa mendorong agar anaknya mau jadi petani.

” Supaya mau bertani saya minta kepada orang tua yang petani tolong anaknya juga didorong jadi petani tetapi dengan teknologi dan keilmuan yang bagus sehingga mampu mendongkrak hasil pertanian,” Tandas Wagub. (WH/HL)

Baca Lainnya

Kongres II IKAPJ 2026: Estafet Kepemimpinan Baru Menuju Alumni Mandiri dan Berdaya Saing Global

17 Mei 2026 - 14:12

Jatim Open Woodball 2026 Digelar Perdana di Sidoarjo, Jadi Momentum Kebangkitan Woodball Nasional

16 Mei 2026 - 12:29

PT Tirta Asasta Depok Sosialisasi Pencegahan Korupsi: Komitmen Bangun Budaya Kerja Bersih

14 Mei 2026 - 16:13

Rayakan Hari Perempuan Internasional 2026, Ketua PBI Depok: Perkuat Sinergi Perjuangkan Hak-hak Perempuan Indonesia

14 Mei 2026 - 11:41

News Trending ENTERTAINMENT