Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Wagub Jatim: Pertanian Bisa Atasi Kemiskinan di Sampang

LOGOS TNbadge-check


					Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak saat menghadiri reses anggota DPRD Jatim, Aliyadi Mustofa di Kabupaten Sampang. Perbesar

Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak saat menghadiri reses anggota DPRD Jatim, Aliyadi Mustofa di Kabupaten Sampang.

Sampang, Transnews.co.id – Acara Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Reses Ketua Komisi B DPRD Jatim, H Aliyadi Mustofa di Ketapang, Sampang Madura, turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak. Dalam acara tersebut, Wagub Emil Dardak menyampaikan perlunya peningkatan potensi pertanian untuk mengatasi kemiskinan di Madura.

Wagub Emil Dardak mengungkapkan, bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Sampang masih 22 Persen. Pihaknya menargetkan tahun 2024 angka ini akan bisa ditekan hingga 17 persen. Pasalnya, penyebab kemiskinan di Kabupaten Sampang bukan karena tingginya angka pengangguran, akan tetapi karena mayoritas masyarakat di Sampang bekerja di sektor pertanian. Setidaknya 30 persen masyarakat Sampang bekerja sebagai seorang petani.

Kata Emil, penghasilan para petani di Sampang masih rendah sehingga tidak bisa membuat masyarakat keluar dari garis kemiskinan. “Ini yang kita katakan bahwa ini bukan hanya pekerjaan Dinas Sosial tapi juga Dinas (bidang) Perekonomian,” jelas Emil, (31/10/2021).

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya akan bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya untuk mengidentifikasi masalah apa yang dihadapi oleh para petani di Sampang. Sehingga langkah penangannya pun jelas. “Apakah sumber masalahnya adalah lahan pertanian yang kecil, atau permasalahan gak punya lahan jadi harus bayar sewa lahan atau budiaya tidak efisien. Ini juga lagi dipetakan oleh Dinas Pertanian, oleh Bapeda supaya langkah penanganan jelas,” ungkap Emil.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jatim, Aliyadi Mustofa mengatakan bahwa tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Sampang adalah tugas bersama. Salah satunya caranya adalah mendorong perekonomian masyarakat.

“Karena kebetulan komisi B itu adalah ekonomi tentu kita akan terus berjuang. Salah satunya melalui UMKM, Koperasi, Pertanian, Pariwisata, semua yang berpotensi ekonomi yang berdampak pada masyarakat lokal,” ujar Aliyadi.

Aliyadi melanjutkan, bahwa sektor pertanian juga termasuk sektor yang paling penting untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Sampang. Hal ini karena Jawa Timur sendiri adalah salah satu penopang pangan nasional. “Jatim ini adalah penopang pangan nasional yang sampai hari ini surplus dan terus kita dorong, sehingga dari sektor ini ada sebuah dampak positif akan perbaikan ekonomi masyarakat,” tuturnya. (hd).

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

Jelang Lebaran 2026, Forkopimda Jepara Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman

17 Maret 2026 - 21:39

Semarak Ramadhan, Grup Senam Aerobik Saigo Jepara Gelar Buka Bersama untuk Pererat Silaturahmi

16 Maret 2026 - 21:52

News Trending DAERAH