Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Wawali Jaksel: Menghawatirkan Produksi Sampah di Jaksel 1.100 Ton/Hari

LOGOS TNbadge-check

Suasana kegiatan sosialisasi bank sampah. (ist)

Jakarta,transnews.co.id- Gerakan Menabung dengan Sampah di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan, terus di sosialisasikan dan di dengungkan. Hal itu bertujuan untuk mensukseskan Program Gerakan Menabung dengan Sampah di wilayah Jakarta Selatan.

Sosialisasi kali ini dilakukan secara online yang diikuti seluruh sekolah di bawah Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II Jakarta Selatan,Selasa (28/7/2020).

Sosialisasi di buka langsung Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji yang menyampaikan bahwa pengelolaan sampah di Jakarta Selatan perlu ada perubahan, dan siswa-siswi sekolah bisa menjadi kekuatan untuk mengurangi sampah di Jakarta Selatan.

“Karena jumlah sampah di Jakarta Selatan angkanya cukup mengkhawatirkan, yaitu mencapai kurang lebih 1.100 ton per harinya,” ujar Wawali. 

Dikatakannya,siswa-siswi sekolah bisa mengurangi sampah dengan ikut Program Menabung Dengan Sampah. Dalam mengikuti Program Menabung Dengan Sampah terutama di masa pandemi Covid-19 ini, para siswa-siswa tidak perlu kaku.

“Artinya tidak hanya bisa menabung di bank sampah yang ada di sekolah, namun juga bisa membawa sampah dari rumah ke bank sampah di Kantor Satpel Dinas LH tingkat kecamatan. Kemudian jenis sampah yang dapat ditabung adalah sampah kertas, plastik, logam, dan kaca,”terang Wawali lagi. 

Untuk diketahui, tambah Wawali, Program Menabung Dengan Sampah ini merupakan program kolaborasi, antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BNI 46, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Konsep dari program tersebut yaitu mengajarkan anak-anak untuk mulai memilah sampah dari sumbernya, yaitu sampah di rumah, dan juga sekaligus mengajarkan anak-anak untuk rajin menabung sejak dini,” ujarnya. 

Wawali menandaskan,siswa-siswi yang menjadi nasabah bank sampah, wajib menabung di bank sampah minimal satu kali dalam satu bulan.

“Jika siswa-siswa ingin menabung lebih dari satu kali dalam sebulan, maka dipersilakan,”imbuhnya.***



Baca Lainnya

Dorong Daya Saing Global, Pemkab Jepara Resmikan Kartu Mebel dan Berangkatkan IKM ke IFEX 2026.

3 Maret 2026 - 04:37

Resmi Tembus Probolinggo, Commuter Line Supas Perkuat Aglomerasi Surabaya Raya

2 Maret 2026 - 21:09

Bupati Subandi Perkuat Sinergi dengan PHDI, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Umat di Sidoarjo

2 Maret 2026 - 21:07

Bukan Sekadar Jurnalistik, SWI Kota Depok Konsisten Kawal Advokasi Kesehatan Warga

1 Maret 2026 - 20:12

News Trending DEPOK