Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

GANRI Siap Deklarasi Demi Indonesia Bebas Narkotika

LOGOS TNbadge-check

Tangerang,TransNews.co.id- Gema Anti Narkotika Rakyat Indonesia (GANRI) menjadi wadah perkumpulan bagi mereka yang peduli akan bahayanya Narkotika.

Sebagai langkah awal,25 Januari 2020 mendatang, GANRI berencana akan mengadakan acara Deklarasi sebagai ikrar dan penanda GANRI siap bersinergi dengan pihak terkait, agar bahaya laten Narkotika dapat ditekan semaksimal mungkin.

Hal itu ditegaskan Ketua DPP GANRI Adela Djamhur yang juga salah seorang Pendiri GANRI dan penggiat anti Narkotika saat wawancara melalui selular, Sabtu,(4/1/2020) terkait rencana deklarasi.

Adela dalam wawancara itu mengungkapkan, GANRI dibentuk tanggal 11 Juli 2019, sebagai jawaban atas keresahan para penggiat anti Narkotika yang mana para pengguna terdiri dari berbagai kalangan.
Namun yang memprihatinkan, lebih banyak generasi muda yang notabene penerus bangsa.

Sebab itu GANRI berdiri dan siap untuk berada di depan sebagai lembaga non pemerintah yang fokus pada permasalahan narkotika. Untuk itu GANRI siap bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Legislatif dan Yudikatif, POLRI dan TNI, serta elemen masyarakat lainnya,hingga nantinya cita-cita Indonesia bebas Narkotika dan penyalahgunaan zat Psikotropika dapat terwujud.

“Peredaran gelap Narkotika akan menjadi salah satu fokus kami. Selain penyuluhan, pusat rehabilitasi dan konseling, serta lainnya yang berkaitan dengan berhentinya penggunaan Narkotika,” ucapnya.

Adela menambahkan sesungguhnya Narkotika merupakan ancaman akan punahnya satu generasi bangsa, karena para pengedar menyasar kalangan muda yang rentan akan pencarian jati diri. Bahkan tak hanya itu saja, Narkotika pun menyasar ke berbagai golongan tanpa mengenal batas usia dan status.

“Tak hanya anak muda, saat ini banyak orang dewasa dari kalangan pemerintah maupun profesional telah terkena jerat Narkotika. Bahkan banyak juga berasal dari tokoh masyarakat hingga aparatur penegak sipil maupun militer,” tuturnya.

Berawal dari pemikiran tersebut di atas dan seirama dengan terus meningkatnya jumlah pecandu narkotika dan korban penyalahguna narkotika dewasa ini, maka terlahir Perkumpulan Gema Anti Narkotika Rakyat Indonesia, yang dalam batas amanahnya mengemban dan mengambil peran aktif sebagai sebuah lembaga dalam upaya memerangi bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia,”ungkap Adela.

Sebagai penutup Adela mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut peduli dan menjaga lingkungan mereka dari peredaran narkotika.

“Atau jika ingin bergabung dengan GANRI, pintu akan selalu terbuka demi terwujudnya Indonesia bersih narkotika,”tandas Adela seraya mengucapkan Yel yel, Bersama GANRI kita wujudkan Indonesia Bersih Dari Narkoba.
GANRI bergerak perangi Narkoba. (AE/Agy)

Baca Lainnya

Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan Dimulai 6 April 2026, Lalu Lintas Dialihkan

5 April 2026 - 20:28

Aspidum Kejati Jatim Dicopot, Kejagung Lakukan Pemeriksaan Internal

4 April 2026 - 07:57

BPBD Jatim Tetap Layani Kebencanaan di Bangkalan Saat Penerapan WFH

3 April 2026 - 18:37

Beri Uang Pembinaan, Ketua DPRD Jepara Bakar Semangat Atlet Karate di Kejurprov Jateng

3 April 2026 - 18:02

News Trending DAERAH