Menu ✖

Otomatis

KESEHATAN

Ketua Pansus I DPRD : Kota Tangerang Angka Pengidap HIV/AIDS Tertinggi Di Banten

LOGOS TNbadge-check

Ketua Pansus I DPRD : Kota Tangerang Angka Pengidap HIV/AIDS Tertinggi Di Banten Perbesar

Ketua Pansus 1 DPRD Kota Tangerang Prawoto. (Ist)

Tangerang, transnews.co.id-Ketua Pansus I DPRD Kota Tangerang Prawoto, diruang kerjanya Rabu (19/2/2020) menjelaskan bahwa DPRD kota Tangerang telah selesai melakukan finalisasi Raperda Penanggulangan HIV/AIDS. Raperda tersebut murni usulan inisiatif dewan.

Kata Prawoto, ternyata di Kota Tangerang itu angka pengidap HIV/AIDS paling tinggi di Banten.

“Data dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang di tahun 2019 kemarin ada 238 kasus, 161 kasus HIV dan 77 positif pengidap AIDS,” ujar Prawoto mengungkapkan.

Menurutnya, tingginya angka pengidap HIV/AIDS di Kota Tangerang itu, bukan murni warga Kota Tangerang, ada juga warga dari daerah lain yang melakukan pengobatan di Kota Tangerang.

“Karena HIV-AIDS ini bersifat nasional bisa melakukan pengobatan di mana saja,” katanya.

Selain itu, ada beberapa poin di Raperda HIV/AIDS dalam pencegahannya, yaitu pasangan pra nikah harus melampirkan surat keterangan bebas dari penyakit HIV/AIDS yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit. Dan tujuannya mengurangi atau mencegah penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Tangerang.

“Kita menginginkan jangan sampai nanti pasangannya tidak tahu, kalaupun meskipun mereka mengetahui tetapi tetap melaksanakan pernikahan itu hak asasi mereka, tetapi ada upaya langkah – langkah pencegahan agar tidak menularkan ke pasangannya ataupun anaknya,” papar Prawoto.

Prawoto menambahkan, untuk rujukan RS, di Perda ini juga mengamanatkan bahwa seluruh RS wajib menerima dan dilarang menolak pasien yang berobat HIV/AIDS dan minimal RS kelas 3.

Berdasarkan permenkes minimal diatas 100 tempat tidur wajib menerima pasien HIV. Dan untuk semua fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas dan posyandu wajib melakukan pemeriksaan terhadap pasien HIV/AIDS.

Karena menurutnya penyebaran virus HIV/AIDS bukan melalui udara, melainkan melakukan kegiatan aktifitas sex. Kita juga meminta kepada para pengusaha yang bergerak di bidang hiburan malam wajib memeriksakan pekerjanya.

“Dan saat kita study banding ternyata penyebarannya melakukan sex sesama lelaki, ada yang dari jarum suntik juga,”pungkasnya.(AE)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tapos Viral, Dugaan Kematian Bayi dan Potongan Biaya Layanan Dokter di RSUD ASA

29 Sep 2026 - 16:42 WIB

Tapos Viral, Dugaan Kematian Bayi dan Potongan Biaya Layanan Dokter di RSUD ASA

Sekolah Rakyat Terintegrasi I Gresik Rampung Keseluruhan, Begini Penampakannya

28 Sep 2026 - 19:55 WIB

Sekolah Rakyat Terintegrasi I Gresik Rampung Keseluruhan, Begini Penampakannya

Berdayakan Barang Layak Pakai, HIMASI UT Bogor Gelar Energy Exchange

28 Sep 2026 - 09:15 WIB

Berdayakan Barang Layak Pakai, HIMASI UT Bogor Gelar Energy Exchange

Progres Pembangunan RSUD Sedati Capai 25.47 Persen

27 Sep 2026 - 17:33 WIB

Progres Pembangunan RSUD Sedati Capai 25.47 Persen

Cegah Keracunan MBG Terulang, Bupati Sidoarjo Minta SPPG Tanpa SLHS Tak Beroperasi

27 Sep 2026 - 17:29 WIB

Cegah Keracunan MBG Terulang, Bupati Sidoarjo Minta SPPG Tanpa SLHS Tak Beroperasi

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal Untuk Jasa Pengolahan

25 Sep 2026 - 21:43 WIB

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal Untuk Jasa Pengolahan
Trending di PERISTIWA