Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Design Turap Baru Pasca Longsor Srengseng Sawah Jaksel Ditarget Dua Minggu

LOGOS TNbadge-check


					Design Turap Baru Pasca Longsor Srengseng Sawah Jaksel Ditarget Dua Minggu Perbesar

Jakarta, transnews.co. id-Material longsor yang terjadi di Jalan Sharin RT08 RW 02, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan mulai dibersihan oleh 24 petugas Suku Dinas SDA Jakarta Selatan Kamis pagi (4/2/2021).

Ditargetkan pembenahan sekaligus membuat desain turap baru, dapat selesai dalam kurun waktu dua minggu.

Menurut Kasudin SDA Jaksel,Mustajab disela meninjauan Kamis (4/2/2021) mengatakan, ditargetkan pembenahan sekaligus membuat desain turap baru, dapat selesai dalam kurun waktu dua minggu,”ujarnya.

Longsor yang terjadi pada Rabu kemarin itu, menutup aliran anak sungai dan kini sedang dibongkar.

“Saya targetkan dua minggu sudah terbongkar. Sesudah itu akan di redesign karena cukup curam dan tegak turapnya. Panjang turap 15 meter dan tinggi enam meter,” kata Mustajab

Lokasi longsor tambah Mustajab terbilang sempit, dan itu menyebabkan alat berat yang dimiliki Sudin SDA Jaksel tidak bisa masuk.

“Karena lokasi sangat sempit, dan alat berat kita gak masuk, jadi kita pakai tenaga manual untuk bongkar-bongkarnya. Ada dua tim, total 24 orang,” katanya.

Terkait penyebab longsor, menurut Mustajab, ada beberapa faktor utama, diantaranya turap penyangga sudah tua sehingga tak mampu menahan beban, serta pengaruh cuaca.

“Saya melihat tadi bekas longsor mempunyai tanah yang basah. Artinya lereng yang basah itu gak boleh ada turap,” ujarnya.

Kalau lereng itu timbul tanah basah, sambung Mustajab kemungkinan longsor sangat tinggi. Terlebih lagi di atasnya dilalui kendaraan yang aktif, dan itu potensi,”pungkasnya.

Camat Jagakarsa Alamsyah yang turut mendampingi Kasudin menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Saya meminta masyarakat sekitar untuk lebih berhati-hati,”pintanya. (*)Editor:Nas

Baca Lainnya

Wabup Sidoarjo Resmikan SPPG Desa Prasung, Dorong Layanan Gizi Terintegrasi dan Ekonomi Lokal

16 April 2026 - 19:48

Di Balik Terangnya Listrik, Gerak Senyap Tim ULTG Angke Tuntaskan Reklamasi SF6 di GI Angke

16 April 2026 - 18:49

Ketua DPRD Jepara: Retreat Akmil Jadi Kunci Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah

16 April 2026 - 17:23

Gebrakan Tahun Ketiga, IMAC Film Festival Kini Bertransformasi Jadi Ajang Internasional

16 April 2026 - 15:29

News Trending ENTERTAINMENT