Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Nasib Petani Harus Dipikirkan:PW LPPNU Jatim Minta Kebijakan Import Beras Ditinjau Ulang

LOGOS TNbadge-check


					Nasib Petani Harus Dipikirkan:PW LPPNU Jatim Minta Kebijakan Import Beras Ditinjau Ulang Perbesar

PW LPPNU Jawa Timur. Surabaya, Transnews.co.id – Harga gabah yang turun disaat panen raya bulan Maret 2021 menjadi perhatian Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama (LPPNU) Jatim.

Hal itu dalam rangka keberpihakan LPPNU Jatim kepada petani, karena di beberapa daerah di Jawa Timur harga jual gabah kering panen (GKP) dibawah HPP Rp. 4.200/Kg. Sedangkan di Jember dan Kediri harga GKP Rp. 4.000 – 4.100.

Hal tersebut memicu keprihatinan tersendiri bagi PW LPPNU Jatim terhadap petani disaat kemarin musim tanam pupuk sulit.

Ketua PW LPPNU Jatim, Ghufron Ahmad Yani menyayangkan kondisi ini.

“Kita sangat sakit hati dengan kondisi harga gabah yang terus turun ini, dimana kamarin saat mau tanam kita kesulitan pupuk sekarang musim panen harga turun,” kata Ghufron di Jatim Senin (15/3/2021).

Menurutnya,kondisi ini diperburuk juga dengan adanya berita tentang rencana import beras oleh Pemerintah. Ditambah lagi ada rencana import beras 1 juta ton maka akan semakin menyusahkan bagi petani kita.

“Dimana petani kita telah berpeluh keringat disaat pandemi covid 19 terus bekerja dengan segala resiko dan menjadi satu-satunya sektor penolong perekonomian negara tapi tidak happy ending,” katanya.

Pihaknya meminta supaya pemerintah mengkaji ulang rencana import beras dalam waktu dekat tersebut.

“Kita sangat menyayangkan rencana import beras 1juta ton ini jika kita lihat data statistik yang dirilis BPS pada tgl 1/3/2021 tentang data padi,”tuturnya.

Ahmad Yani mengungkapkan,potensi produksi beras Jan-April 2021 sebesar 14,54 jt ton sementara konsunsi Januari-April 2021 9,72 juta ton, sehingga Januari-April 2021 ada potensi surplus 4,81 juta ton.

“Nah ini supaya diserap oleh Bulog saat panen raya ini, bukan malah import,” imbuhnya.

PW LPPNU Jatim meminta supaya seluruh stakeholder memikirkan nasib petani jika masih mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jika masih cinta Negara maka perhatikan nasib petani,”Pungkasnya.(HD).Editor :Nas

Baca Lainnya

Wabup Sidoarjo Resmikan SPPG Desa Prasung, Dorong Layanan Gizi Terintegrasi dan Ekonomi Lokal

16 April 2026 - 19:48

Ketua DPRD Jepara: Retreat Akmil Jadi Kunci Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah

16 April 2026 - 17:23

Gebrakan Tahun Ketiga, IMAC Film Festival Kini Bertransformasi Jadi Ajang Internasional

16 April 2026 - 15:29

Proyek Sekolah Rakyat Jatim 3 di Pasuruan Dikebut, Progres Capai 12 Persen

15 April 2026 - 20:58

News Trending DAERAH