Menu ✖

Otomatis

PERISTIWA

Asesmen Berbasis HOTS Bisa Tingkatkan Kreativitas Pelajar

LOGOS TNbadge-check

Asesmen Berbasis HOTS Bisa Tingkatkan Kreativitas Pelajar Perbesar

Surabaya, Transnews.co.id-Asesmen berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau kemampuan berpikir bisa meningkatkan kreativitas pelajar.

Atas hal tersebut, pengajar dituntut untuk menguasai aplikasi atau media pembelajaran yang menunjang kegiatan belajar mengajar.

Ketua PGRI pusat, Richardus Eko Indrajit, menyampaikan bahwa menyusun asesmen berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada pembelajaran online sangat diperlukan.

“HOTS ini bukan sekadar untuk gaya-gayaan atau hal baru di dunia pendidikan. Mulanya metode pembelajaran ini intinya bertujuan memperkenalkan manusia untuk survive terhadap tantangan-tantangan baru,” kata Richardus dalam Pekan Webinar Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya), Kamis (08/04/2021).

Menurutnya, HOTS sangat mungkin diterapkan dalam pembelajaran daring, asalkan pengajar menyusun metode dengan mengetahui esensinya.

Adapun hal yang perlu diperhatikan para pengajar saat ini adalah perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Terlihat dengan kebiasaan baru bahwa bisa saja para siswa bermain game dengan orang luar negeri, atau masyarakat bisa dengan mudah membeli barang dari luar negeri melalui e-commerce.

Oleh sebab itu, metode pembelajaran berbasis HOTS bukan hanya pengajaran untuk survive saja, kata Richardus, tapi juga bisa bersaing, mampu melihat peluang untuk berkembang dan mandiri.

“Intinya siswa atau pelajar, bisa menganalisa keadaan sekitar berdasarkan ilmu yang diajarkan guru atau dosen. Pengamatan, analisa, perbandingan sehingga menciptakan sesuatu yang menarik dan mendalam,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan, terdapat beberapa cara para pengajar menerapkan pembelajaran berbasis HOTS. Salah satu diantaranya yakni pengajar memancing siswa-siswi untuk berpikir kritis, berpikir kreatif, mampu berargumen dan mengambil keputusan. Caranya bisa dengan memberikan bahan diskusi yang familiar secara bertahap.

“Misalnya disuruh untuk menjawab olahraga apa yang berat. Sebutkan satu olahraga tanpa alasan. Nah disini setiap pelajar akan memiliki jawaban yang berbeda-beda. Setelah itu baru perintahkan pelajar untuk memberi alasan atas jawabannya,” tambahnya.

Richardus juga menyampaikan, dengan cara tersebut para guru akan melihat dan mengetahui sejauh mana para siswa mampu berpikir kritis dan kreatif.

Dosen S1 Sistem Informasi Universitas Dinamika Julianto Lemantara, menyampaikan , metode pembelajaran berbasis HOTS ini nantinya bisa juga diterapkan menggunakan Aplikasi MoLearn.
Aplikasi tersebut merupakan inovasi dari para dosen Undika sejak 2017 lalu.

“Aplikasi ini dibuat dari hasil penelitian dari beberapa Dosen Undika dengan melakukan observasi dan diskusi ke sejumlah guru. Dalam kesimpulannya para guru membutuhkan fitur pembelajaran yang ada di MoLearn saat ini,” ungkap dia.

Beberapa fitur pengembangan dari MoLearn versi 2 yang bisa digunakan yakni pengajar bisa melakukan pengecekan kesamaan jawaban siswa dengan kunci jawaban. Selain itu bisa juga melakukan pengecekan kesamaan jawaban antar siswa baik jawaban singkat atau jawaban panjang.

Juliantoro berharap aplikasi MoLearn ini bisa digunakan para guru untuk kegiatan belajar mengajar secara gratis. Nantinya agar aplikasi ini bisa dimanfaatkan oleh para guru dengan baik, karena pihak kampus telah melakukan pengembangan sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa selama kegiatan belajar.(HD).

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Letakkan Batu Pertama Rutilahu di Probolinggo, Lima Warga Dapat Bantuan Renovasi

4 Nov 2026 - 19:20 WIB

Gubernur Khofifah Letakkan Batu Pertama Rutilahu di Probolinggo, Lima Warga Dapat Bantuan Renovasi

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Malang Tuntas 100 Persen, Siap Diresmikan

4 Nov 2026 - 19:16 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Malang Tuntas 100 Persen, Siap Diresmikan

Desa Lojejer Gelar Sosialisasi Kesiapan Panen Raya Jagung Serentak Nasional

3 Nov 2026 - 18:52 WIB

Desa Lojejer Gelar Sosialisasi Kesiapan Panen Raya Jagung Serentak Nasional

Job Fair Sidoarjo Sediakan 4.246 Lowongan, TPT Masih Tertinggi di Jatim

3 Nov 2026 - 18:05 WIB

Job Fair Sidoarjo Sediakan 4.246 Lowongan, TPT Masih Tertinggi di Jatim

Progres Pembangunan TPST Kabupaten Gresik Capai 53 Persen, Optimis Tuntas Akhir Desember 2026

3 Nov 2026 - 18:03 WIB

Progres Pembangunan TPST Kabupaten Gresik Capai 53 Persen, Optimis Tuntas Akhir Desember 2026

Wali Kota Depok Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Mengenai Raperda APBD 2027

3 Nov 2026 - 11:10 WIB

Wali Kota Depok Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Mengenai Raperda APBD 2027
Trending di DEPOK