Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Idialisme Halimah Di Rumah Budaya HMA

LOGOS TNbadge-check

TN.BOGOR l – Alat musik tradisional, seperti angklung, gendang, gong, gamelan, tersusun rapih ditempat yang telah disediakan, di Villa Putih Rumah Budaya HMA, Megamendung, Puncak – Bogor.

Pemilik tempat tersebut adalah Halimah, perempuan kelahiran Cirebon 18-01-1964, yang sangat mencintai seni budaya Indonesia, dan sekaligus sebagai penggerak dari seni budaya itu sendiri.

Di Villa milik Halimah, berbagai sertifikat penghargaan menempel di dinding ruangan. Semua terkait tentang seni dan budaya.

“Dengan seni budaya, saya ingin mengedukasi generasi penerus bangsa,” jelas Halimah.

Menelisik perjalan hidup Halimah, pada usia 3 tahun orang tua Halimah hijrah ke Jakarta, lalu  Halimah pun akhirnya besar dan beranak pinak di Jakarta.

Halimah bersuamikan Munawir Anwar, yang kini telah memiliki 3 anak dari perkawinannya.

Halimah kini telah menghantarkan 2 putrinya ke pelaminan
Setelah yang sulung menyelesaikan  S2 Fisip Universitas Indonesia dan putri keduanya S2 Project Management Curtin University Singapore. Sementara putra ketiga masih kuliah di ITS, Surabaya.

Melalui Rumah Budaya  yang diprakarsainya, Halimah berharap hal itu mampu mengedukasi masyarakat untuk cinta budaya.

“Identitas bangsa adalah budaya, karena itulah saya sangat konsen di ranah ini,” kata pengusaha yang juga penulis ini, minggu (5/5/19).

Bagi Halimah, menulis adalah sebuah kebiasaan sejak SMA yang dilakukan olehnya setelah melakukan ritual ibadah Tahajut di seperempat malam.

“Kesunyian perempat malam bagi saya penuh inspirasi untuk berkreasi bukan untuk bermimpi,” jelas Halimah.

Sebagai pelaku seni budaya, Halimah ingin benar-benar ingin konsen disana. Rumah Budaya HMA salah satu wadah untuk idealismenya.

Lebih jauh Halimah mengungkapkan, sejak kuliah ia sudah aktif sebagai jurnalis di Spionita, Caraka, dan terakhir di Harian Indonesia sampai tahun 2002.

Sementara sebagai pengusaha Halimah adalah direktur PT. DRAP dan Aktif di di bidang sosial , Organisasi IWAPI dan KOWAPI.

Selama kiprahnya, Halimah pernah mendapat peghargaan Leadership Award tahun 2005 dan Best Inspiration Women of The Year 2017.

Karya Halimah di bidang tulis menulis antara lain adala Fotobiografi MbokBerek (2006), Suskses Story Nila Sari (1988), The Sinden (2011), Sucinya Cinta Sungai Gangga (2013), Sahabat Langit (2014), Antologi Puisi (2015)
Kidung Volendam (2017) Dan bersama Kelompok Study Proklamasi kala study di Filsafat Driyarkara (1984-1988 ) turut dalam buku tentang agama dan kekerasan serta masalah-masalah pembangunan.*** (Yeni)

 

Baca Lainnya

Bupati Jepara Lantik 57 Pejabat Struktural dan Fungsional, Tekankan Pelayanan Publik Lebih Optimal

13 Maret 2026 - 07:41

Hadiri Operasi Pasar Murah Jepara, Ketua DPRD Dorong Pemerintah Tetap Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

12 Maret 2026 - 20:28

Kuasa Hukum HS Layangkan Somasi Keras Terhadap Kasno

12 Maret 2026 - 20:06

Ingatkan ASN, Sekda Depok: Fasilitas Negara Bukan untuk Keperluan Mudik!

12 Maret 2026 - 19:34

News Trending DEPOK