Menu

Otomatis

PERISTIWA

BPK dan DPR RI Sosialisasikan Akuntabilitas Dana Desa di Pasuruan, Ratusan Kades Hadir

Avatar photobadge-check

BPK dan DPR RI Sosialisasikan Akuntabilitas Dana Desa di Pasuruan, Ratusan Kades Hadir Perbesar

BPK dan DPR RI Sosialisasikan Akuntabilitas Dana Desa di Pasuruan, Ratusan Kades Hadir

PASURUAN, transnews.co.id — Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) kembali menggelar sosialisasi akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Ascent Premierre, Kota Pasuruan, Kamis (30/4/2026) ini diikuti ratusan kepala desa se-Kabupaten Pasuruan.

Sosialisasi tersebut menghadirkan Kepala BPK Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, serta dihadiri Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo.

Dalam pemaparannya, Misbakhun menegaskan bahwa dana desa merupakan instrumen penting pemerintah dalam memperkuat pembangunan di tingkat desa. Dengan nilai anggaran yang besar, menurutnya, potensi penyimpangan tetap ada jika tidak dikelola secara hati-hati dan sesuai aturan.

“Karena uang negara harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan kaidah standar pertanggungjawaban keuangan negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pola penggunaan dana desa tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dana desa kini lebih diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah pusat, seperti pembangunan koperasi desa Merah Putih.

“Setiap periode memiliki tema dan tujuan berbeda. Saat pandemi COVID-19 digunakan untuk penanganan pandemi, kemudian fokus pada stunting, dan sekarang diarahkan untuk program prioritas lainnya,” jelasnya.

Misbakhun juga menekankan peran strategis desa sebagai ujung tombak pemerintahan dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan desa harus dilakukan secara transparan, efisien, dan akuntabel.

“Akuntabilitas dimulai dari transparansi. Untuk menganggarkan, melaksanakan, dan mengelola keuangan desa dengan baik, diperlukan pengawasan dan pemeriksaan yang optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut.

Ia menilai kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman kepala desa terkait pengelolaan dana desa agar lebih transparan dan akuntabel.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab Inspektorat, tetapi juga melibatkan peran aktif para camat di wilayah masing-masing.

“Monitoring tidak hanya dilakukan oleh Inspektorat. Camat juga harus melakukan pengawasan agar seluruh program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pemkab Sidoarjo Dorong Flyover Gedangan Enam Jalur, Target Tahan Macet hingga 30 Tahun

23 Sep 2026 - 11:27 WIB

Pemkab Sidoarjo Dorong Flyover Gedangan Enam Jalur, Target Tahan Macet hingga 30 Tahun

Usung Tema “The Verses in Motion”, SANFFEST 2026 Jadi Wadah Sineas Santri Menembus Industri Perfilman Global

21 Sep 2026 - 23:45 WIB

Usung Tema “The Verses in Motion”, SANFFEST 2026 Jadi Wadah Sineas Santri Menembus Industri Perfilman Global

Sebanyak 3.000 Peserta Ramaikan Haornas Jatim 2026, Olahraga Inklusif Tak Lagi Sekadar Seremonial

21 Sep 2026 - 19:10 WIB

Sebanyak 3.000 Peserta Ramaikan Haornas Jatim 2026, Olahraga Inklusif Tak Lagi Sekadar Seremonial

Pasar Murah ke-139 Digelar di Mojokerto, Pemprov Jatim Tekan Harga Bapok dan Jaga Daya Beli

19 Sep 2026 - 19:19 WIB

Pasar Murah ke-139 Digelar di Mojokerto, Pemprov Jatim Tekan Harga Bapok dan Jaga Daya Beli

Sebut Tebang Pilih Aturan Izin Bangunan, Handiyana Tantang Ketegasan Wali Kota Depok

19 Sep 2026 - 14:40 WIB

Sebut Tebang Pilih Aturan Izin Bangunan, Handiyana Tantang Ketegasan Wali Kota Depok

Pesta Sastra Pelajar Jaksel 2026 Siap Digelar: Ruang Ekspresi Generasi Muda dan Komunitas

18 Sep 2026 - 21:53 WIB

Pesta Sastra Pelajar Jaksel 2026 Siap Digelar: Ruang Ekspresi Generasi Muda dan Komunitas
Trending di ENTERTAINMENT