Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Polda Jatim Resmi Menggelar Operasi Patuh Semeru 2021

LOGOS TNbadge-check


					Polda Jatim Resmi Menggelar Operasi Patuh Semeru 2021 Perbesar

Surabaya , Transnews.co.id – Operasi Patuh Semeru 2021 mulai digelar hari ini, Senin (20/9/2021). Rencananya, Operasi Patuh Semeru tersebut, akan digelar selama 14 hari hingga 3 Oktober 2021. Ada empat poin yang menjadi sasaran utama polisi dalam melakukan operasi.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, memimpin langsung apel gelar pasukan. Nico menyebut sasaran utama yakni segala bentuk kegiatan masyarakat yang berpotensi pada penularan Covid-19.

Lalu kedua, masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan. Ketiga, masyarakat yang tidak disiplin berlalu lintas dan keempat lokasi rawan, pelanggaran kecelakaan lalu lintas dan rawan kerumunan.

Nico mengatakan, personel yang terlibat sebanyak 3.343 orang gabungan dari polda, polres dan stakeholder terkait. Menurutnya, operasi akan mengedepankan preemtif dan preventif, juga disertai penegakan hukum pada masyarakat yang melanggar.

“Sasarannya, masyarakat yang tidak patuhi prokes. Masyarakat yang tidak disiplin berlalu lintas serta lokasi atau kegiatan masyarakat yang betpotensi menjadi klaster Covid-19,” jelasnya.

Tak hanya itu, Nico menyebut tujuan operasi ini untuk menimbulkan keamanan dan ketertiban lalu lintas. Selain itu, membantu penanganan Covid-19 agar disiplin masyarakat tetap terjaga.

“Kami menjaga tapi yang menimbulkan situasi kamseltibcarlantas dan prokes tetap masyarakat. Jadi keinginan kita mendorong, menjaga dan memantapkan disiplin prokes itu bagian penting kalau masyarakat mau mendukung,” lanjutnya.

Nico menambahkan, ada sejumlah varian yang mengintai masyarakat yang tidak disiplin. Dia menyebut varian Delta yang masih ada di Indonesia, berangsur membaik karena disiplin masyarakat.

“Hampir masyarakat yang keluar tidak memakai masker itu aneh, itu sangat bagus dan tetap dipertahankan,” tambahnya.

Sementara itu ,bagi masyarakat yang belum melakukan vaksinasi, Nico menyarankan datang ke RT/RW, Babinkantibmas atau Babinsa, hingga ke satuan TNI dan Polri untuk menanyakan lokasi program vaksinasi.

“Masih banyak kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan vaksinasi oleh pemerintah, TNI dan Polri,” pungkasnya. (HD.

Baca Lainnya

Jelang Mudik Lebaran, Polda Jateng Siagakan 28.980 Personel Gabungan dalam Operasi Ketupat Candi 2026

12 Maret 2026 - 19:45

Menakar Implikasi Konflik Timur Tengah, Pakar UPER: Saatnya Indonesia Mandiri Teknologi dan Energi

11 Maret 2026 - 16:39

BRI BO Bekasi Siliwangi Salurkan Bingkisan Ramadan

10 Maret 2026 - 15:51

BRI Tambun Bagikan Paket Sembako Untuk Korban Banjir Cabangbungin

10 Maret 2026 - 15:42

News Trending EKBIS