Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Bunda PAUD Kabupaten Kota Se-Jawa Timur Dikukuhkan

LOGOS TNbadge-check


					Bunda PAUD Kabupaten Kota Se-Jawa Timur Dikukuhkan Perbesar

Surabaya, Transnews.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Kota Se-Jawa Timur, Senin (20/09) di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Selain itu, terdapat 5 Bunda PAUD lainnya yang mengikuti acara secara virtual, yaitu Kabupaten Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Bojonegoro dan Banyuwangi.

Diantara ke 35 Bunda PAUD tersebut , 31 ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati dan Walikota .Sedangkan 4 Bunda PAUD ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur yaitu.

Keempat yang dikukuhkan oleh Khofifah adalah Kabupaten Banyuwangi, Jombang, Bojonegoro dan Mojokerto, karena wilayahnya dipimpin Bupati Perempuan sebagai Bunda PAUD-nya, sedangkan 31 Bunda PAUD Kabupaten Kota lainnya adalah istri Bupati dan Walikota setempat.

Khofifah dalam sambutannya mengatakan, peran Bunda PAUD sangat penting karena menjadi bagian penting dari penguatan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas lahir batin, karena pendidikan anak usia dini ini akan menjadi bangunan yang membentuk karakter, pikiran anak-anak kedepannya.

“Semua itu juga akan mempersepsikan lingkungan bagi anak usia dini, tempat-tempat PAUD ini juga untuk pengenalan ekosistem pada lingkungannya yang saat ini berkembang sangat dinamis,” kata Khofifah.

“Sudah saatnya proses rekrutmen mulai guru PAUD ini, bisa ditinjau kembali efek-efek ketika dari guru PAUD yang tidak memiliki kompetensi secara komprehensif, saya kebetulan berada pada lembaga pendidikan yang mengajarkan ahlussunah wal jamaah yang mengajarkan moderasi dan toleransi,” ungkap Khofifah.

Dijelaskannya, pihaknya pernah mengadakan wawancara kepada guru-guru dari tingkat SMA sampai PAUD, hasilnya mereka tingkat pemahaman terhadap ahlussunah wal jamaah tersebut sangat rendah terutama bagi guru PAUD.

“Sehingga perlu dilakukan pembekalan kembali pengajaran tentang persepsi moderasi dan toleransi dalam kehidupan sebuah bangsa yang multi kultur, etnis, agama, bahasa dan perbedaan lainny,” pungkasnya. (HD).

Baca Lainnya

Hari Raya Idul Fitri, Bupati Subandi Ajak Warga Sidoarjo Perkuat Silaturahmi dan Saling Memaafkan

21 Maret 2026 - 21:51

Konflik Timur Tengah Memanas, BP3MI Jatim Siagakan Satgas 24 Jam dan Antisipasi Lonjakan Kepulangan PMI

21 Maret 2026 - 21:46

Pastikan Arus Mudik Aman dan Terkendali, Bupati Bersama Forkopimda Sidoarjo Sidak Pos Pengamanan Malam Idul Fitri

21 Maret 2026 - 21:42

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

News Trending DAERAH