Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Angka Pengangguran Meningkat, Ini Tanggapan Wakil Wali Kota Singkawang

LOGOS TNbadge-check


					Angka Pengangguran Meningkat, Ini Tanggapan Wakil Wali Kota Singkawang Perbesar

Singkawang, Transnews.co.id – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka kegiatan Musrenbang RKPD Kota Singkawang Tahun 2022 di Ballroom Hotel Swiss Belinn Singkawang, Rabu (16/3/2022).

Pada Musrenbang tersebut, Ria Norsan sempat menyinggung persoalan meningkatnya tingkat pengangguran terbuka di Kota Singkawang pada tahun 2021, yaitu 9,16%.

Pada tahun 2020, tingkat pengangguran terbuka di Kota Singkawang berjumlah 8,78%. Hal ini menunjukan peningkatan persentase tingkat pengangguran terbuka di Kota Singkawang sebesar 0,38%.

“Kalau angka persentase tingkat pengangguran terbuka ini naik, maka nilai-nya terbilang jelek. Hal ini menunjukkan jumlah pengangguran di Kota Singkawang semakin bertambah. Ya, mungkin karena kondisi pandemi Covid-19 kemarin sehingga beberapa perusahaan harus memangkas beberapa tenaga kerjanya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Singkawang Irwan mengatakan krisis pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa tahun belakangan tidak hanya berpengaruh pada meningkatnya jumlah pengangguran di Kota Singkawang.

Krisis pandemi Covid-19 beberapa waktu kemarin memang menggerus segala aspek kehidupan. Mulai dari aspek sosial, pendidikan, hingga ekonomi.

“Nah, mudah-mudahan angka kasus penyebaran Covid-19 ini melandai sehingga di tahun kedepannya kembali membaik dan mengalami peningkatan. Yang tadinya minus, sekarang menjadi plus,” ujarnya.

Dogma yang dituturkan oleh Wakil Wali Kota Singkawang ini merujuk pada konsep Trickle Down Effect. Konsep Trickle Down Effect dikenal dalam teori ekonomi sebagai strategi pembangunan dan telah digunakan oleh Pemerintah Indonesia semenjak Orde Baru (1966-1997).

Strategi ini dilakukan dengan harapan setelah kemakmuran dan keberhasilan pembangunan pusat tercapai, maka selanjutnya kesejahteraan pembangunan tersebut akan menetes dengan sendirinya ke daerah-daerah.

“Tentunya, kita mengharapkan terjadinya pergerakan pertumbuhan perekonomian yang menimbulkan Trickle Down Effect yang positif. Ketika pertumbuhan muncul, maka aspek-aspek lainnya akan mengikuti,” katanya.

Terkait meningkatnya angka pengangguran di Kota Singkawang, Ia berharap akan terjadi pemulihan di berbagai aspek kehidupan yang menyebabkan kembali dibuka lapangan kerja untuk menjawab persoalan ini.

Sebagai salah satu contoh, yaitu pertumbuhan di sektor pariwisata. Tanpa kita sadari begitu sektor pariwisata meningkat, maka angka hunian akan kembali naik.

Dengan meningkatkannya angka hunian ini, kebutuhan akan tenaga kerja juga meningkat. Otomatis berdampak pada meningkatnya kebutuhan bahan pokok.

“Ketika kebutuhan akan bahan pokok meningkat, maka perekonomian agro-agro di skala menengah juga meningkat,” ujarnya.

Baca Lainnya

Rehabilitasi Madrasah PHTC Jawa Timur 7 Masuki Tahap Finishing, Tinggal Pemasangan Pintu dan Kaca Jendela

27 Juni 2026 - 20:46

Peringati HANI 2026, Kesbangpol Jepara Perkuat Gerakan Bersama Cegah Penyalahgunaan Narkoba

26 Juni 2026 - 22:17

Sekolah Rakyat Pasuruan Siap Sambut 480 Siswa Baru, Progres Pembangunan Capai 84,9 Persen

26 Juni 2026 - 20:41

Bupati Subandi Tegaskan Tak Ada Proyek Asal Jadi, Perbaikan SDN Waung Diawasi Ketat

26 Juni 2026 - 20:34

News Trending DAERAH